Game Online Dominasi Waktu Luang Anak, Budaya Membaca Terancam

Game Online Dominasi Waktu Luang Anak, Budaya Membaca Terancam

oleh Hasbi Hisaban

Mahasiswa Program Studi PGSD, IKIP Siliwangi, Cimahi. NIM: 25060130

 

Di era digital sekarang perkembangan teknologi menjadikan anak-anak sangat dekat dengan handphone. Banyak anak sekarang sudah difasilitasi handphone oleh orang tuanya. Dengan demikian mudah untuk anak-anak bermain game online, karena banyak game mudah diakses di handphone.

 

Saat ini, anak-anak suka menghabiskan waktu berjam-jam, hanya untuk bermain game. Dimanapun anak-anak berada mau di rumah, di sekolah, di tempat nongkrong ketika waktu luang selalu ingat handphone.

 

Selanjutnya, anak-anak sudah tidak ingat buku bacaannya, maka membaca pun tidak berminat. Kurangnya minat membaca ini disebabkan, karena membaca buku baik ofline ataupun online itu membosankan, membuat pusing kepala. Untuk itu, budaya membaca pada anak telah terancam.

 

Durasi dalam memainkan game online yang terlalu panjang akan mempengaruhi minat belajar yang lebih rendah. Apalagi bila yang dimainkan adalah game online non edukatif, yang menyebabkan buruknya motivasi belajar anak.

 

Menurut psikolog Rahmat dalam Afifah Khoirun Nisa (2022) mengatakan bahwa Game online sangat menyenangkan jika mengetahui cara memainkannya ketika datang ke game, karena game tersebut membuat ketagihan bagi para gamer. Bahkan, anak-anak suka menghabiskan berjam-jam untuk bermain game online, alasannya karena adanya tantangan yang bertahap serta langsung mendapatkan hadiah seperti naik level atau mendapatkan koin.

 

Sedangkan buku tidak menawarkan jenis motivasi tersebut yang mengakibatkan anak mudah bosan dan pusing.

 

Game online dapat dimainkan bila digunakan dengan bijak. Orang tua dan guru mempunyai peran yang sangat penting. Orangtua dapat berperan dengan membatasi waktu penggunaan handphone misalnya dengan membuatkan jadwal bermain game, mengisi sebagian waktu luang dengan bermain bersama.

 

Kemudian guru dapat memfasilitasi anak dengan menyediakan buku cerita yang menarik sesuai dengan umur anak. Jadi bermain game online boleh, tetapi membaca buku tetap wajib. Dengan demikian anak akan cerdas teknologi sekaligus cinta membaca. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *