FENOMENA BRAINROT PADA ANAK SEKOLAH DASAR, APA DAMPAKNYA?

FENOMENA BRAINROT PADA ANAK SEKOLAH DASAR, APA DAMPAKNYA?

oleh: Muhammad Rizki Nurfadilah

Mahasiswa Program Studi PGSD, IKIP Siliwangi, Cimahi

 

Di era digital yang berkembang pesat, Istilah brainrot atau “pembusukan otak” memang menjadi topik hangat saat ini. Brainrot memang banyak digemari oleh semua kalangan terutana anak sekolah dasar.

 

Apa itu Brainrot?

 

Menurut Bayu Suseno, S.Psi., M.Psi., brainrot mengacu pada penurunan fungsi mental dan kognitif akibat paparan konten digital, khususnya konten durasi pendek seperti reels atau video pendek di media sosial. Kondisi ini terjadi karena otak cenderung ‘lelah’ menerima banyak stimulus dalam waktu singkat, sehingga mempengaruhi kemampuan konsentrasi dan berpikir kritis.

 

Dalam penjelasan medis, kondisi ini dikaitkan dengan gangguan pada otak akibat terlalu sering mengonsumsi informasi tanpa tujuan yang jelas. Pada anak sekolah dasar, tentu ini sangat menganggu pada proses pembelajarannya.

 

Penyebab brainrot disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi konten video yang berdurasi pendek secara berlebihan seperti Tiktok dan Reels Instagram. Menonton video dengan durasi pendek dapat memicu pada hormon dopamine yaitu hormon yang memberi rasa kesenangan sehingga otak ingin terus melihat hiburan yang sama.

 

Dampak Brainrot Bagi Anak Khususnya Siswa Sekolah Dasar

 

Brainrot dapat mengganggu kesehatan mental anak, mengurangi kemampuan berpikir kritis, sulit memahami dan kurang fokus dalam belajar, hingga hilangnya interaksi dengan teman sebaya.

 

Untuk mengatasi brainrot pada anak, orang tua perlu pengawasan pada anak seperti membatasi screen time, memantau aktivitas anak, memasang aplikasi google family pada handphone dan interaksi dengan anak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *