Tekan Penyakit Tidak Menular, Pemkot Bandung Perkuat PHBS
Bandung, BentarNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah menekan prevalensi penyakit tidak menular di masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan menyebut tren penyakit tidak menular harus menjadi perhatian serius meskipun Kota Bandung masih menghadapi pekerjaan rumah lain seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).
“Prevalensi penyakit tidak menular harus turun,” ungkap Farhan di Kantor PMI Kota Bandung, Senin 4 Mei 2026.
Pola Hidup Sehat Siswa
Farhan mengatakan, hasil data kesehatan yang dimiliki Pemkot Bandung menunjukkan pentingnya penguatan pola hidup sehat sejak usia sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan harus dimulai dari pengendalian konsumsi garam, gula dan lemak pada makanan sehari-hari.
“Harus disikapi dengan melakukan sosialisasi gaya hidup sehat. Donor darah adalah puncak. Namun sebelumnya kita harus meletakkan dasar-dasar yang sangat kuat. Baik hidup sehat dari pengelolaan atau kontrol dari kandungan garam, gula, dan lemak,” ujar Farhan.
Farhan menilai, sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat. Karena itu, Pemkot Bandung akan mendorong pengawasan komposisi makanan yang dikonsumsi pelajar, termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Itu menjadi salah satu hal yang sangat penting di dunia pendidikan dengan kesehatan, diberikan dukungan kepada bidang pendidikan untuk memastikan agar menu yang diterima di MBG ataupun apa yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah kita itu kandungan jumlah garam dan lemaknya dalam komposisi yang seimbang,” kata Farhan.
Olahraga Rutin Sekolah
Selain pengaturan pola makan, Pemkot Bandung juga akan memperkuat aktivitas fisik melalui program olahraga rutin bagi siswa sekolah. Kebijakan tersebut diyakini menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit tidak menular sejak dini.
Farhan menjelaskan, penguatan PHBS tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh program kesehatan, teknologi, hingga inovasi di Kota Bandung harus terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Agar semua program, semua teknologi ataupun inovasi yang ada di Kota Bandung terintegrasi berpusat untuk kepentingan masyarakat Bandung,” ucap Farhan.
Farhan menyebut, pendekatan promotif dan preventif harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya fokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. (Imas/ay)
