Unfari Wisuda 454 Lulusan Unggul Siap Hadapi Era 5.0 dan Bebas Nganggur

Foto: Wisudawan Universitas Al Ghifari (Unfari) Bandung, Sabtu (17/10/2026). (Jujun)

Universitas Al Ghifari (Unfari) Bandung menggelar prosesi wisuda ke-22 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung. Sebanyak 454 lulusan Strata 1 resmi dilantik dari 9 program studi.

Prosesi tersebut mencakup lulusan Sastra Inggris, Manajemen, Hubungan Internasional, Administrasi Negara, Farmasi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Sistem Informasi, serta Teknik Informatika. Suasana keharuan terasa saat doa bersama dipanjatkan untuk almarhum pahlawan pendidikan.

Segenap hadirin bersama-sama melantunkan doa tulus untuk almarhum H. Sali Iskandar. Beliau merupakan sosok penting pendiri sekaligus perintis Yayasan Al Ghifari yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan almamater perguruan tinggi tersebut.

Rektor Universitas Al Ghifari, Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.IP., M.Si., menyampaikan nasihat berharga mengenai filosofi kehidupan kepada seluruh peserta wisuda. Nasihat tersebut disadur langsung dari pemikiran ulama besar Imam Syafi’i.

“Dalam kehidupan sehari-hari angka tujuh memiliki misteri tersendiri. Ada tujuh nasihat dari Kitab Ar-Risalah karangan Imam Syafi’i jika kita ingin meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat,” ungkap Didin dalam pidato sambutannya.

Prof. Didin menegaskan agar lulusan tidak cemas memikirkan masa depan, tidak bergantung pada makhluk, menghindari perdebatan sia-sia, rajin salat malam, pandai menyembunyikan kesusahan, serta selalu menghormati orang tua dan guru untuk menggapai keberkahan.

Ketua Pengurus Yayasan Al Ghifari, Dr. H. Deden Suhendar, M.Si., turut memberikan selamat atas keberhasilan para wisudawan. Ia menekankan bahwa momen kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari proses belajar yang berkelanjutan sepanjang hayat.

“Menuntut ilmu hukumnya wajib dan merupakan proses sepanjang hayat sebelum kita masuk lubang kubur. Ilmu yang didapat harus diamalkan secara nyata di tengah kehidupan masyarakat luas,” ucap Deden di hadapan wisudawan.

Deden menekankan pentingnya penguatan karakter pada era society 5.0. Kemajuan teknologi yang luar biasa harus selalu diimbangi dengan soft skill, integritas tinggi, moral kokoh, serta semangat berakhlak, berilmu, berbudaya, dan berkarya.

Ketua Pembina Yayasan Al Ghifari, Dr. H. Gunawan Undang, M.Si., mengenang sejarah berdirinya kampus pada tahun 2002 di Jalan Ganesha Bandung yang amat sederhana, hingga berkembang pesat mencapai usia 24 tahun.

“Ijazah adalah hasil belajar, tetapi di balik itu semua ada doa orang tua. Keridaan Allah ada pada keridaan kedua orang tua,” katanya seraya mengumumkan bonus pembebasan biaya pembangunan seratus persen jenjang S2 bagi alumni Unfari.

Gunawan memberi perumpamaan seperangkat alat musik tradisional angklung yang saling melengkapi. Lulusan Unfari diharapkan tidak saling menonjolkan diri sendiri, melainkan mampu menciptakan harmoni sosial dengan karakter masyarakat Sunda yang singer dan bageur.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., diwakili Ewisna Yulisius, S.S., M.M., menilai Unfari sebagai pilar terbaik yang taat asas dalam melahirkan sumber daya manusia unggul.

“Wisuda hari ini adalah grand launching atau kemenangan awal dari tanggung jawab sesungguhnya. Lulusan Unfari harus berinovasi menjadi pembuka lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” tegas Ewisna.

Ewisna mengapresiasi keabsahan penomoran ijazah nasional seluruh wisudawan yang telah terdata rapi pada pangkalan data kementerian. Pengelolaan mutu perguruan tinggi Unfari terbukti berjalan konsisten sesuai standar standar nasional yang ditetapkan pemerintah.

Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, S.E., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Unfari mencetak calon pemimpin masa depan. Ia mendorong wisudawan untuk menguasai kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang.

“Calon pemimpin harus memiliki kecerdasan yang lengkap serta rasa cinta mendalam terhadap Kota Bandung dan almamater. Lulusan Unfari harus semangat, pandai berorganisasi, serta tidak gampang menyerah,” ujar Erwin.

Erwin menambahkan lima kesadaran diri yang wajib dimiliki lulusan, antara lain fondasi agama yang kuat, kapasitas mumpuni, kepedulian daerah, semangat bergaul yang positif, dan ketahanan diri untuk tidak cepat puas dengan capaian sementara.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menantang seluruh lulusan Unfari untuk memiliki mental petarung dalam menghadapi tingginya angka pengangguran di wilayah Jawa Barat saat ini.

“Lulusan Unfari jangan menjadi pelamar kerja, tetapi dari detik ini juga harus mulai bekerja dan membuka usaha sendiri. Jangan memeok memeh dipacok atau gampang menyerah,” tutur Herman.

Sekda menekankan agar prinsip Taksonomi Bloom diterapkannya secara konkrit, mulai dari membaca peluang usaha wirausaha wirausaha mandiri, berani mencoba, mempraktikkan secara nyata, hingga melakukan evaluasi berkala demi mewujudkan target nol persen pengangguran.

Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dr. Fithriadi, mengingatkan adanya potensi risiko kejahatan keuangan. Ia mengimbau generasi muda agar mewaspadai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta maraknya jeratan judi online.

“Anak muda harus menjaga data pribadi dan tidak sembarangan menyerahkan nomor rekening bank atau kartu identitas kepada pihak lain yang berpotensi dimanfaatkan untuk tindak kejahatan keuangan,” jelas Fithriadi secara tegas.

Kegiatan wisuda ini turut dihadiri jajaran pembina, pengawas, pengurus Yayasan Al Ghifari, serta para kepala sekolah dari tingkatan RA, SD, SMP, SMA, hingga SMK Plus Al Ghifari secara penuh. (Jujun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *