Kang Asmul: Gotong Royong Modal Sosial Berharga Bagi Pembangunan Bandung

Kang Asmul: Gotong Royong Modal Sosial Berharga Bagi Pembangunan Bandung

Ket. Foto: Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, BBGRM Tingkat Kecamatan Astanaanyar, Jumat, 17 Juli 2026. Rio/Humpro DPRD Kota Bandung

 

Bandung, BentarNews.com – Semangat gotong royong yang diwarisi dari para leluhur tidak boleh luntur dengan kemajuan jaman.

 

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, secara resmi membuka Kegiatan Gebyar Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Kecamatan Astanaanyar, Jumat, 17 Juli 2026. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa gotong royong merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan Kota Bandung.

 

Menurut Kang Asmul sapaan akrabnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, semangat kebersamaan tidak boleh luntur. Justru berbagai tantangan perkotaan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pemberdayaan masyarakat akan lebih mudah diatasi apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.

 

“Gotong royong adalah modal sosial yang sangat berharga. Berbagai tantangan perkotaan akan lebih mudah diatasi apabila seluruh elemen bergerak bersama,” ujarnya.

 

Kang Asmul menambahkan, sebagai kota yang terus berkembang, Bandung membutuhkan masyarakat yang tidak hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi. “Melalui semangat gotong royong, masyarakat dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, sehat, nyaman dan harmonis,” tuturnya.

 

Kang Asmul juga mengajak seluruh warga Kecamatan Astanaanyar untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan.

 

Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan lahir dari partisipasi aktif masyarakat.

 

“DPRD Kota Bandung memiliki komitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong tumbuhnya budaya partisipatif di setiap wilayah,” katanya.

 

Kang Asmul berharap Gebyar BBGRM menjadi momentum untuk semakin menanamkan nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mewariskannya kepada generasi muda sebagai budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

 

“Semoga melalui Gebyar BBGRM ini, semangat gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari, menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi muda, serta menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kota Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju dan berkelanjutan,” tuturnya. (Her/ay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *