Mon, 18 Jun 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Tingkatkan Seni Reog, Pagelaran Dogdog Jabar akan Pecahkan Rekor MURI

(Bandung): Keberadaan kesenian reog yang menggunakan alat-alat tabuh (dogdog) di Jawa Barat sudah ada sejak abad ke-18 silam, yang ditemukan pada naskah Sunda Kuno pada Cerita Ratu Pakuan Pajajaran. Dan seni tabuh dari Jawa Barat ini memiliki kesamaan dengan Reog Ponorogo yakni dimainkan 4 orang penabuh. Perbedaannya, Reog Ponorogo menggunakan barongsay.

Untuk meningkatkan perkembangan kesenian Reog ini, Paguyuban Seni Reog (Paser) Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disburpar) Jabar melalui Subdin Kesenian menggelar Dogdog secara serentak di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Minggu (1/6). Kegiatan ini bertujuan memasukkan Seni Reog dalam catatan Museum Record Indonesia (MURI) yakni kategori Pergelaran Dogdog secara serentak dan terbanyak.

Demikian tersirat dari jumpa pers Kadisbudpar Jabar H.I. Budhyana, Ketua Paser Jawa Barat Endang Taryana dkk di Gedung Disbudpar Jabar Jl. R.E. Martadinata Kota Bandung, Sabtu (30/5). Hadir pula beberapa seniman yang didampingi Kasubdin Kesenian Disbudpar Jabar Wawan Irawan.

Menurut Kadisbudpar Jabar, H.I. Budhyana, pihaknya sangat berterima kasih kepada Paser Jabar yang menggelar secara serempak salah satu kesenian Jabar yakni Reog ini. ?Mudah-mudahan dengan pagelaran Seni Reog ini bisa melestarikan, mengembangkan dan meningkatkan salah satu seni tradisi di Jawa Barat. Sehingga Seni Reog Jabar ini memiliki gaung nasional maupun internasional seperti Reog Ponorogo. Dan diharapkan masyarakat Jabar sendiri akan lebih mengenal Seni Reog yang merupakan peninggalan luhur nenek moyang Jabar,? ungkap Budhyana.

Lanjut Budhyana, Disbudpar Jabar melalui Subdin Kesenian pada 2009 nanti akan memfasilitasi para seniman yang tergabung dalam Seni Reog untuk festival yang bertaraf nasional. ?Untuk itu, Paser Jawa Barat dengan Disbudpar Jabar harus dibantu pula oleh para jurnalis untuk meningkatkan gaung Seni Reog ini. Selain informasi, tentunya perlu spirit yang bisa membangun motivasi atau semangat agar Reog bisa bangkit kembali,? ujarnya.

Sementara itu, Endang Taryana mengatakan bahwa banyak orang mengatakan bahwa kesenian Reog ini telah tilem (tidur, -red). ?Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar, bahwa Reog telah tilem. Karena ketika pihaknya menggelar Pasanggiri Reog se Jawa Barat teryata banyak pula grup kesenian Reog yang mengikutinya. Seperti di Kota Bandung sendiri ada lebih dari 60 grup kesenian Reog. Untuk rampak Seni Reog di Monumen Perjuangan Rakyat akan melibatkan 45 grup sekitar 160 orang, 10 orang peniup terompet, 10 pemain gendang, 30 penari latar dan 20 orang pembawa umbul-umbul,? katanya.

Selanjutnya, selain Dogdog secara serempak dengan peserta terbanyak MURI 2008, Paser Jabar bekerjasama dengan Disbudpar Jabar dan Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta akan melaksanakan Pasanggiri Reog ke-3 se Jabar di obyek wisata Jatiluhur, Purwakarta pada 26 hingga 27 Juli 2008.

inset Endang Taryana foto by Elly Susanto

2008-05-31 17:40:19