Tue, 16 Oct 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Tiga SMKN Kekurangan Calon Siswa

(Bandung): Dari 15 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri yang ada di Kota Bandung, tiga di antaranya yakni SMKN 10, 14, dan SMKN 15 teryata sepi peminat atau kurang siswa hingga 30%. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memberikan perpanjangan waktu pendaftaran hingga dimulainya tahun ajaran baru 2008/2009.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji di sela-sela rapat koordinasi penetapan passing grade (PG) tingkat SMP di SMPN 2, Jln. Sumatra Bandung, Selasa (8/7) mengatakan, tidak semua jurusan yang ada di ketiga SMKN tersebut kurang diminati. Jurusan-jurusan yang kurang diminati itu antara lain jurusan seni tari dan musik di SMKN 10, jurusan seni ukir/kriya di SMKN 14, dan jurusan pekerjaan sosial (peksos) di SMKN 15. Sementara jurusan pariwisata/perhotelan di SMKN 15 sudah memenuhi kuota.

"Harus diakui, karena jurusan-jurusan tersebut harus memerlukan atau mempunyai minat dan bakat. Dan tidak semua orang mempunyai minat dan bakat tersebut. Sehingga wajar jika setiap tahunnya jumlah siswa tidak sesuai atau kurang dari kuota yang disediakan," ujar Oji kepada wartawan.

Disinggung rencana Disdik agar menggratiskan jurusan-jurusan kurang peminat itu agar penuh sesuai dengan kuota, Oji mengatakan, belum dapat dilakukan. Pihaknya masih perlu melakukan pengkajian mengingat sebelumnya pun telah dilakukan upaya rangsangan dari pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), yakni dengan memberikan beasiswa Rp 65 ribu/bulan bagi siswa yang bersekolah di jurusan-jurusan tersebut selama tiga tahun penuh. Bahkan sebelumnya siswa di SMKN 10 mendapatkan beasiswa Rp 425 ribu untuk satu tahun penuh.

Oji pun menolak anggapan bahwa tidak lakunya ketiga SMKN itu akibat pengaruh letak geografis yang jauh."Bukan karena itu, toh SMKN 15 berada di pusat kota di Jln. Gatot Subroto. Yang kurang siswanya 'kan hanya di peksos saja, perhotelan/pariwisatanya tidak. Karena sekali lagi, tidak semua orang diberikan minat dan bakat tertentu seperti yang ada di jurusan tersebut," tuturnya.

Lanjut Oji, di lain pihak sejumlah SMK lainnya laris manis dipenuhi oleh pendaftar. Jurusan-jurusan yang menjadi incaran dari para pendaftar adalah otomotif, pariwisata/perhotelan, kimia, teknologi informasi (IT), dan akuntansi.Sementara disinggung adanya protes dari sejumlah orangtua yang anaknya tidak tercantum dalam PSB online pada SMK yang dipilihnya padahal nilai akumulatif akademisnya di atas rata-rata nilai minimal di SMK tersebut, Oji mengatakan, hal itu bisa saja terjadi. Karena, penilaian di SMK berbeda dengan di SMA.

"Jika SMA, hanya melihat akumulatif nilai UN saja. Sementara di SMK, terutama jurusan-jurusan tertentu ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Misalnya di jurusan teknik elektro, ada tes kesehatan yang menyatakan tidak boleh buta warna. Begitu juga di otomotif, misalnya harus mempunyai tinggi badan minimal 160 cm," katanya.

2008-07-09 21:09:19