Tue, 22 May 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Seniman Tatar Sunda Gerah, Hasil Karyanya Banyak Dibajak

(Bandung): Puluhan ribu keping Video Compact Disk (VCD) hasil operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat menjadi bukti bahwa pembajakan karya seni masih marak di pasaran. Bahkan saat ini dengan merogoh kocek sekitar Rp 5.000,- masyarakat dapat membeli sekeping VCD musik maupun film di kaki lima, pasar tradisional maupun di pertokoan lainnya. Hal ini membuat gerah para seniman di Jawa Barat sehingga mereka menyatakan sikap perlawanan kepada para pembajak hasil karya para Seniman Rekaman Tatar Sunda.

Akhir pekan lalu Polda Jawa Barat bersama Paguyuban Seniman Tata Sunda yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar menggelar jumpa pers tentang hasil sitaan puluhan ribu VCD bajakan di Kantor Disbudpar Jabar Jl. RE. Martadinata Kota Bandung. Hadir Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Susno Duadji, Kadisbudpar Jabar Drs. H.I. Budhyana, M.Si., Ketua Umum Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda (Panaratas) Dadi Gyardani Jiwapraja dan beberapa seniman seperti Acil Dharmawan (Bimbo) dll.

Menurut Kapolda Jabar, Irjen Pol Susno Duadji, Polda telah menyita sebanyak 23.741 keping VCD yang berisi lagu-lagu Sunda. Ia menjelaskan pembajakan seni Sunda merupakan satu dari sembilan perhatian khusus. ?Jadi jangan main-main dengan kasus pembajakan ini. Saya akan bertindak tegas dan tidak pandang bulu untuk menindaknya. Sebagian besar yang dibajak adalah musik Jaipongan dan lagu-lagu karya Doel Sumbang,? tuturnya.

?Dari ribuan ribuan keping kaset yang disita tersebut, kami juga mengamankan 269 tersangka. Dan kita berjanji aksi ini tidak akan sampai di sini saja, tetapi akan terus berlangsung hingga para pelakunya jera. Untuk itu masyarakat bersikap responsif dalam masalah tersebut. Bila ada pelanggaran segera SMS atau hubungi Polsek terdekat,? ujar Kapolda.

Sementara itu, H.I. Budhyana menyambut baik atas tindakan Polda Jabar dalam memberantas pembajakan. ?Kami gembira dengan langkah-langkah yang diambil Kapolda Jabar. Mudah-mudahan dengan langkah ini, para seniman lebih bersemangat dalam menciptakan karya-karyanya. Sebab pembajakan ini sangatlah merugikan seniman dan pemerintah,? ujarnya.

Sedangkan menurut Dadi, Panaratas telah menyatakan sikap kepada instansi terkait untuk tidak mentolerir dan sekaligus memberikan sanksi hukum kepada setiap pelaku pembajakan. Khususnya pembajakan terhadap produk kesenian daerah Jawa Barat baik tradisi maupun pop daerah.

Selain itu, Panaratas juga mendukung upaya kewirausahaan seniman dalam memasarkan produknya. Serta mendukung adanya lembaga industri khusus pemasaran produk rekaman kesenian daerah dengan sistem jaringan yang sehat, terkoordinasi dan mendapat dukungan dari instansi terkait.

?Panaratas menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mencintai produk kesenian daerah Jabar. Yakni dengan tidak membeli produk bajakan, serta berperan sebagai pengawas dan pemberi informasi terhadap beredarnya produk bajakan,? ungkap Dadi didampingi pengurus Panaratas lainnya yaitu Revki Maraktifa (Wakil Ketua), Salsa Meilanda (sekretaris) dan H.Dodi Mansyur (bendahara).

2008-06-30 18:48:26