Fri, 17 Aug 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Sekda Kota Bandung Pantau Ujian Nasional SMA/SMK

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK Tahun Ajaran 2007/2008 di Kota Bandung, secara umum bisa disebut lancar dan tertib. Meski ada siswa yang sakit, itupun tidak banyak dan masih diberi kesempatan mengikuti ujian susulan. Bahan untuk menjaga obyektifitas dan keadilan, petugas pengawas disetiap sekolah dilakukan secara silang sehingga tidak akan ada pelaksanaan UN di satu sekolah dilakukan pengawas setempat.

?Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban UN, kita juga dibantu aparat kepolisian yaitu dari mulai distribusi soal, droping soal dan pengamanan di lokasi-lokasi. Saya lihat cukup tertib, siswa juga dilaporkan tidak ada yang kesiangan. Sedangkan pengawasan dilakukan silang, tidak ada yang dilakukan pengawas sekolah setempat sehingga cukup obyektif, fair dan adil. Ini diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada para siswa, sekolah dan para orangtua. Insya Allah tidak ada terjadi praktek-praktek kecurangan,? kata Sekretaris Daerah (Sekda ) Kota Bandung, Edi Siswadi disela kegiatan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ke sejumlah SMA dan SMK di Kota Bandung, Selasa (22/04/08).

Kalau masih ada kekurangan, baik jumlah atau bagian lembar soal yang tidak tercetak, dikatakannya, persoalan itu sudah diantisipasi, karena telah diperhitungkan dengan adanya lembar soal cadangan. Kekurangan ini menurutnya, bukan indikasi adanya kebocoran, ?Insya Allah di Kota Bandung mudah-mudahan tidak terjadi. Setiap tahun isue kebocoran memang selalu ada yang memang sengaja dilontarkan orang-orang yang tidak puas terhadap kebijakan Pemerintah, Tapi tudingan itu tidak bisa dibuktikan,? jelasnya.

Menyikapi isue adanya kunci jawaban UN melalui SMS, dikatakan Sekda, hendaknya para siswa tetap fokus dan tidak terprovokasi. Dirinya sependapat dengan Kepala Disdik Kota Bandung, Oji Mahroji yang menegaskan, tiap tahun selalu begitu, ada saja orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kepanikan orang tua dan siswa dengan menawarkan soal-soal termasuk kunci jawabannya. ?Saya menghimbau para orang tua jangan mempercayai itu, apalagi siswa jangan sampai terjebak kunci-kunci jawaban yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Akhirnya yang rugi siswanya sendiri,? ujar Sekda.

Sekda optimis, kebocoran soal UN di Kota Bandung tidak akan terjadi. Tindakan tidak terpuji ini yang dilakukan oknum pelaku ini akan dikenakan sanksi berat dan dapat dipidanakan karenanya telah merusak integritas dan nama baik pendidikan khususnya pelaksanaan UN.. ?Sepanjang laporannya itu jelas, siapa yang berbuat, sekolah di mana dan modus operandinya apa, akan kita tindak lanjuti. Tapi buktinya sampai saat ini tidak ada laporan itu. Jika memang kemudian ada dan terjadi, kita lihat dulu pelanggarannnya, tidak bicara dulu soal urusan pecat memecat,? tuturnya.

Menurut Oji, UN tahun ini diharapkan minimal hasilnya tidak dibawah tahun sebelumnya yang mencapai 98,2 % kelulusan. Upaya kearah ini bersama para kepala dan komite sekolah, jauh sebelumnya telah dirintis dengan memberi tambahan jam pelajaran materi yang diujikan di setiap sekolah, meski sedikit membebani orangtua siswa dengan mkengeluarkan biaya tambahan ?Selama itu merupakan kesepakatan antara sekolah, komite sekolah dan orang tua, itu tidak masalah,? ujarnya.

Oji juga menambahkan, sejalan dengan Bandung Cerdas 2008, Pemkot Bandung akan terus menambah jumlah sekolah gratis. Tahun 2008 ini, disebutkannya, ditargetkan sebanyak 300 sekolah gratis. Selain itu, kebijakan marger SD terus dilakukan. dari jumlah lebih kurang 700 SD Negeri yang ada di Kota Bandung, nantinya akan menjadi hanya 281 SD negeri saja. ?Untuk Tahun 2008 ini, yang telah merger sudah 143 SD,? tuturnya.

2008-04-29 12:19:09

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so: undefined symbol: qha_jenkins2

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: