Sat, 16 Oct 2021

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Samsat Jabar Terapkan Pajak Kendaraan bermotor Progresif

(Bandung-BentarNews.com): Samsat Jawa Barat telah meningkatkan kualitas pelayanan pembayaran pajak.  Awal tahun 2012 ini, Samsat mensosialisasikan Pajak kendaraan bermotor Progresif untuk Samsat se-Bandung Raya. Diantaranya Samsat Kota Bandung I Pajajaran, Samsat Kota Bandung II Kawaluyaan, Samsat Kota Bandung III Soekarno Hatta, Samsat Kabupaten I Rancaekek, Samsat Kabupaten II soreang, Samsat Kab.Bandung Barat dan Samsat Kota Cimahi. PKB Progresif tersebut sudah diberlakukan mulai 2 januari  2012.

Dasar Hukum Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No.13 tahun 2011 pasal.7 ayat(1) Point a, b dan c. bahwa pada sasarannya guna memenuhi rasa keadilan dan mempertimbangkan azas kemampuan lebih atas kepemilikan kedua dan dan seterusnya. Yaitu kepemilikan  Kendaraan  pribadi lebih dari satu atas nama dan alamat yang sama, baik kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dikenakan tarif objek pajak secara progresif. Tarif pajak Progresif diantaranya kendaraan pertama 1,75%  dari DPP, Kendaraan kedua 2,25% dari DPP, Kendaraan ketiga 2,75% dari DPP, Kendaraan keempat 3,25% dari DPP, kendaraan kelima dst 3,75% dari DPP.

Yang dimaksud DPP (Dasar Pengenaan Pajak), yaitu nilai jual kendaraan bermotor x bobot, yang ditetapkan berdasarkan PERGUB (bukan nilai jual kendaraan di pasaran umum). Untuk penentuan  urutan kendaraan pada urutan Kepemilikan Kendaraan Bermotor berdasarkan tanggal kwitansi saat pendaftaran kendaraan (baru maupun bekas),  sedangkan kena pajak Progresif dikenakan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil, bukan dari motor ke mobil atau sebaliknya.

Adapun penghitungan pajak progresif  dengan asumsi 2 kendaraan jenis yang sama yaitu:

Mobil ke-1 (pajak normal) PKB       =  1,75% X NJKB X Bobot

                                                           =  1,75% X Rp.100.000.000.’

                                                           =  Rp.1.750.000,’  

SWDKLLJ                                         =  Rp.    143.000,’

TOTAL                                              =  Rp.1.893.000,’

 

Mobil ke-2 (pajak progresif) PKB   =  1,755 X NJKB X Bobot

                                                          =  1,75% X Rp. 100.000.000,’

                                                          =  Rp.2.250.000,’

SWDKLLJ                                        =  Rp.    143.000,’

TOTAL                                             =  Rp.2.393.000,’

                            

Maka penghitungan pajak progresif dari mobil ke 1, ke 2 serta ke 3,4,5 dan seterusnya penghitunganya seperti perincian di atas, makin banyak memiliki kendaraan pribadi atas nama dan alamat yang sama, semakin besar lagi kena pajak progresifnya. Apabila kendaraan bermotor pribadi atas nama anda sudah beralih kepemilikan (dijual, penyerahan hibah/waris) agar segera melaporkan ke Samsat di mana kendaraan terdaftar / teregistrasi dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan ditandatangani pemilik diatas materai Rp.6.000,’ dengan dilampiri fotocopy KTP, serta akan dicatat untuk merubah status urutan kepemilikan kendaraan bermotor sebagai dasar perhitungan Progresif. (Imas/ay)

2012-01-13 20:16:06

Samsat Jabar Terapkan Pajak Kendaraan bermotor Progresif

(Bandung-BentarNews.com): Samsat Jawa Barat telah meningkatkan kualitas pelayanan pembayaran pajak.  Awal tahun 2012 ini, Samsat mensosialisasikan Pajak kendaraan bermotor Progresif untuk Samsat se-Bandung Raya. Diantaranya Samsat Kota Bandung I Pajajaran, Samsat Kota Bandung II Kawaluyaan, Samsat Kota Bandung III Soekarno Hatta, Samsat Kabupaten I Rancaekek, Samsat Kabupaten II soreang, Samsat Kab.Bandung Barat dan Samsat Kota Cimahi. PKB Progresif tersebut sudah diberlakukan mulai 2 januari  2012.

Dasar Hukum Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No.13 tahun 2011 pasal.7 ayat(1) Point a, b dan c. bahwa pada sasarannya guna memenuhi rasa keadilan dan mempertimbangkan azas kemampuan lebih atas kepemilikan kedua dan dan seterusnya. Yaitu kepemilikan  Kendaraan  pribadi lebih dari satu atas nama dan alamat yang sama, baik kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dikenakan tarif objek pajak secara progresif. Tarif pajak Progresif diantaranya kendaraan pertama 1,75%  dari DPP, Kendaraan kedua 2,25% dari DPP, Kendaraan ketiga 2,75% dari DPP, Kendaraan keempat 3,25% dari DPP, kendaraan kelima dst 3,75% dari DPP.

Yang dimaksud DPP (Dasar Pengenaan Pajak), yaitu nilai jual kendaraan bermotor x bobot, yang ditetapkan berdasarkan PERGUB (bukan nilai jual kendaraan di pasaran umum). Untuk penentuan  urutan kendaraan pada urutan Kepemilikan Kendaraan Bermotor berdasarkan tanggal kwitansi saat pendaftaran kendaraan (baru maupun bekas),  sedangkan kena pajak Progresif dikenakan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil, bukan dari motor ke mobil atau sebaliknya.

Adapun penghitungan pajak progresif  dengan asumsi 2 kendaraan jenis yang sama yaitu:

Mobil ke-1 (pajak normal) PKB       =  1,75% X NJKB X Bobot

                                                           =  1,75% X Rp.100.000.000.’

                                                           =  Rp.1.750.000,’  

SWDKLLJ                                         =  Rp.    143.000,’

TOTAL                                              =  Rp.1.893.000,’

 

Mobil ke-2 (pajak progresif) PKB   =  1,755 X NJKB X Bobot

                                                          =  1,75% X Rp. 100.000.000,’

                                                          =  Rp.2.250.000,’

SWDKLLJ                                        =  Rp.    143.000,’

TOTAL                                             =  Rp.2.393.000,’

 

Maka penghitungan pajak progresif dari mobil ke 1, ke 2 serta ke 3,4,5 dan seterusnya penghitunganya seperti perincian di atas, makin banyak memiliki kendaraan pribadi atas nama dan alamat yang sama, semakin besar lagi kena pajak progresifnya. Apabila kendaraan bermotor pribadi atas nama anda sudah beralih kepemilikan (dijual, penyerahan hibah/waris) agar segera melaporkan ke Samsat di mana kendaraan terdaftar / teregistrasi dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan ditandatangani pemilik diatas materai Rp.6.000,’ dengan dilampiri fotocopy KTP, serta akan dicatat untuk merubah status urutan kepemilikan kendaraan bermotor sebagai dasar perhitungan Progresif. (Imas/ay)

2012-04-18 00:03:02