Wed, 16 Oct 2019

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Polda Jabar Silaturahmi Driver dan Ojek Online Ajak Kondusifkan Keamanan

Bandung-BentarNews.com: kondisi keamanan paska demo mahasiswa di beberapa wilayah Indonesia mulai kurang kondusif yang dikarenakan terjadinya bentrokan massal dengan aparat keamanan. Untuk itu, perlu silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat guna mendukung keamanan dan ketertiban dalam menggelar aspirasi berupa unjuk rasa yang damai dan tidak anarkis.

 

Hal tersebut diungkapkan AKBP Hunter Spionator, SIK, M.S.i dari Direktorat Intelkam Polda Jawa Barat, dalam kegiatan Silaturahmi Dir Intelkam Polda Jabar dengan Para Komunitas Driver dan Ojek Online Se Bandung Raya di Backroom Warung Uyenk Jl. Sulanjana No 7 Kota Bandung, pada Jumat (27/09/2019).

 

Hadir dalam kegiatan Silaturahmi tersebut antara lain Renata (Ketua Posko Jabar), Ridwan Christyanto (Ketua Umum Turbo), Taruna (Ketua Street Fighter), Dodi (Ketua JOOC), Eko Ludiantoni ( eks Satgas Gojek), Iyan (Ketua HDBR). Selain itu, dari perwakilan dari komunitas transportasi online lainya seperti GRC Raga, Sajalur, Baronsai, POC, PBOJ, PVJ, Pokja Baraya Timur, Stone Family, Kawan Sejati, Laskar Sasaji, Indigo, Solid dan Bangor.

 

Menurut Hunter Spionator, kegiatan Silaturahmi tersebut bertujuan mengajak para komunitas untuk tidak mudah terprovokasi dalam setiap aksi yang ada maupun yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaan aksi tetap mamatuhi aturan dalam berunjuk rasa atau menyampaikan pendapat dan tidak anarkis. “Kami menghimbau untuk para driver dan ojek online agar tidak mengikut sertakan atau mengatasnamakan komunitas dalam pelaksanaan aksi terkait revisi UU KUHP dan KPK yang dinilai tidak berdampak untuk para komunitas online,”ujar Hunter.

 

Sementara itu, Renata (Ketum Posko Jabar) salah seorang perwakilan komunitas driver dan ojek online mengatakan bahwa komunitas transportasi online siap menjaga kondusifitas Kota Bandung. “Paguyuban atau komunitas tidak akan mundah terprovokasi dan ikut demo dengan mahasiswa karena RUU KUHP tidak berkaitan langsung dengan para driver online. Bahwa para ketua komunitas akan menyampaikan kepada anggota komunitasnya terkait arahan dari pihak kepolisian,” jelasnya.

 

Sedangkan menurut Iyan (HDBR), komunitas transportasi online fokus dalam membahas PM 118 dan tidak akan ikut demo dengan mahasiswa. “Harapan kami kepada pemerintahan untuk melakukan langkah-langkah untuk kondusifitas masalah antara transportasi online dan angkutan konvensional,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, Ridwan Christyanto (Ketua Umum Turbo) menyayangkan terjadi anarkis dalam menyampaikan pendapat yang dilakukan oleh mahasiswa. Terkait kondusifitas bentrok dengan ojek pangkalan diharapkan ada tidak lanjut dan sosialisasi dari pihak kepolisian.

 

Sedangkan Ade (Wakil Ketua PVJ), menuturkan bahwa dalam komunitas telah jelas mengatur agar anggota komunitas tidak melakukan aksi yang menimbulkan sara dan anarkis. “Jika ingin ikut melakukan aksi dilarang membawa atribut komunitas,” tuturnya. (Ridwan/AY)

2019-09-27 11:43:07