Thu, 19 Apr 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Pemerintah Tak Naikkan Harga Jual RSH

(Bandung-BentarNews.com): Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy`ari memastikan, pemerintah tetap tidak akan menaikkan harga jual Rumah Sehat Sederhana (RSH), setidaknya hingga akhir tahun 2008. Meski berbagai harga bahan bangunan disinyalir sudah naik 20%-30%, untuk rumah susun sederhana yang bersubsidi kenaikan harga masih dipertimbangkan.

"Untuk harga RSH yang ditetapkan April lalu dari Rp 42 juta menjadi Rp 55 juta, itu sudah dihitung dengan kemungkinan kenaikan harga BBM-nya. Oleh karena itu, pemerintah tak akan menaikkan lagi harga RSH," katanya di sela-sela Musda VIII REI Jabar, di Hotel Savoy Homann Bandung, Kamis (21/8).

Menyinggung kemungkinan terhambatnya penyediaan rumah dengan kenaikan harga bahan bangunan, Yusuf menuturkan program pengadaan rumah tidak hanya disediakan oleh RSH. Pemerintah memiliki program bantuan perumahan swadaya, untuk mendorong masyarakat membangun rumah sendiri. Menurut dia, Kementerian Perumahan Rakyat sudah meluncurkan bantuan perumahan swadaya Rp 58,8 miliar kepada 62 kabupaten/kota dari 20 provinsi.

Lanjut Yusuf, tahun lalu bantuan hanya diberikan kepada 45 kabupaten/kota di 13 provinsi dengan total bantuan Rp 24,3 miliar. Dana itu terdiri atas bantuan stimulan perumahan swadaya (BSP2S) Rp 27 miliar (setara dengan 4.800 unit rumah) dan bantuan peningkatan kualitas perumahan (PKP) Rp 31,58 miliar (setara dengan 5.000 unit rumah). "Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) selama lima tahun, perumahan swadaya ditargetkan 3,6 juta unit. Mulai dari tahun 2004 hingga Agustus 2008, sudah terbangun 2,2 juta unit," ujarnya.

Sementara itu, Ketua REI F. Teguh Satria mengatakan perlu adanya dukungan sesungguhnya dari pemerintah dalam penyediaan perumahan masyarakat. Terutama dalam hal perizinan, yang hingga masih menjadi hambatan utama bagi para pengembang. "Pelayanan satu atap misalnya, menjanjikan penyelesaian izin 12 hari jika persyaratannya lengkap. Untuk melengkapi persyaratannya ini yang memerlukan waktu berbulan-bulan. Jadi sama aja, satu atap atau tidak tetap saja berbulan-bulan," katanya.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan untuk mendorong masyarakat agar membeli rumah, BTN akan terus membuka unit kerja untk melayani mereka yang akan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Mengenai target penyaluran kredit, Iqbal mengatakan, besarannya yaitu Rp 10,43 triliiun. Hingga Kamis (14/8), total kredit yang sudah tersalurkan Rp 8,6 triliun. "Berarti pencapaian kredit sudah tercapai 83%. Diperkirakan di akhir tahun, pencapaian kredit akan mencapai 134%-nya dari target," tutur Iqbal.

2008-08-22 17:05:19