Thu, 19 Apr 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Pameran dan Gelar Budaya Cirebon Diapresiasi Masyarakat

(Bandung): Pekan lalu pameran, workshop, diskusi seni dan pagelaran budaya Cirebon dilaksanakan di Taman Budaya Jawa Barat di Dago Kota Bandung. Selama sepekan (4-10 Mei) itu, banyak pengunjung yang memanfaatkan untuk mengenal dari dekat hasil budaya Kota Cirebon. Dari batik, kerajinan tangan, lukisan anak-anak, lukisan kaca, lukisan wayang, kelom, kaligrafi, topeng kayu dan kursi serta meja rotan serta makanan khas Cirebon ikut meramaikan pameran ini yang digelar di Galeri Rumah Teh Taman Budaya Jabar. Bahkan batik Cirebon ini laku keras hingga hari terakhir pameran. Apalagi makanan khasnya seperti empal gentong, campolay, krupuk udang, krupuk mlarat, krupuk kulit, emping laris diborong para pengunjung pameran.

Pada akhir pemeran, Sabtu malam (10/5) digelar pertunjukan dramatari dari daerah Cirebon yakni ?Randu Kentir? yang menceritakan kepedihan hati calon pengantin wanita ketika melihat calon suaminya meninggal dunia. Sehingga sewaktu, calon suaminya dikuburkan, tangis isak si wanita ini membuat hujan lebat hingga menghayutkan kayu papan makam dari pohon Randu. Dan akhirnya kayu Randu yang Kentir (hanyut) dikira calon suaminya, hingga membawa sang wanita terhanyut pula hingga ke laut. Cerita ini diangkat dari sebuah cerita rakyat pesisir pantai Utara Jawa Barat yang disutradarai Handoyo MY, dan dramatari ini telah melanglang ke berbagai negara di dunia seperti Amerika, Eropa, Jepang dsb.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya Disbupar Jabar, Dr.Ikke Dewi Sartika dengan digelarnya pesona budaya Cirebon ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta terhadap kebudayaan daerah Jawa Barat. Sehingga apresiasi masyarakat terdahap budaya lokal semakin meningkat. ?Saat ini kebudayaan daerah terutama kesenian sedang mengadapi ujian dari kebudayaan yang datang dari luar negeri. Sah-sah saja masyarakat menyukai kesenian dari luar, namun kesenian daerah tetap menjadi jatidiri bangsa. Dan akulturasi budaya pun tidak selamanya berdampak negatif,? kata Ikke.

Sementara itu, Kadisbudpar Jabar H.I. Budhyana yang menyampaian sambutan Gubernur Jawa Barat mengatakan sangat bangga dan gembira karena tidak menyangka apresiasi masyarakat sangatlah tinggi akan pagelaran Pesona Budaya Cirebon ini. Penyelenggaraan ini merupakan upaya fasilitasi Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Balai Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar yang bekerja sama dengan para seniman dan budayawan dari Jawa Barat terutama wilayah Cirebon.

?Wilayah Cirebon merupakan lumbung dari budaya maupun kesenian di Jawa Barat. Karena itu, pemerintah akan selalu memfasilitasi agar budaya lokal ini tetap digandrungi masyarakat. Sebab budaya lokal ini memiliki nilai-nilai kesalehan sosial bagi masyarakat. Dan budaya Cirebon ini merupakan bagian integral dari kebudayaan masyarakat Jawa Barat,? tutur Budhyana.

Selanjutnya, Walikota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon Dr. H. Wahyo, M.Pd mengucapkan rasa terima kasih semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pameran dan pesona Budaya Cirebon. Terutama kepada pemerintah Propinsi Jawa Barat dan masyarakatnya, yang telah memeriahkan pameran dan gelar pesona budaya Cirebon. ?Saat ini telah terjadi pergeseran budaya di masyarakat. Dan budaya lokal daerah yang memiliki nilai-nilai ini semakin berkurang. Agar budaya lokal tidak menjadi punah, maka melalui Disbudpar dan para seniman Kota Cirebon menggelar pameran dan pesona budaya Cirebon. Dan Alhamdulillah, apresiasi masyarakat terutama wilayah Cirebon maupun Kota Bandung sangatlah antusias dalam menikmati gelar penutupan pesona budaya Cirebon pada malam ini,? ungkap Wahyo.

2008-05-15 14:36:36