Tue, 10 Dec 2019

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Pajak Dibayar, Gedung Kantor Desa Purabaya Kab. Sukabumi Tetap Amburadul

(Sukabumi-BentarNews.com):  Siang itu, terik panas Matahari sangat terasa menyengat. Rasa dahaga membuat wartawan Bentarnews ingin beristirahat. Tepatnya, Jumat 6 Juni lalu, Bentarnews mengadakan perjalanan ke wilayah Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Dan pukul 11.00 WIB, wartawan kami mencari tempat untuk beribadah Sholat Jumat.

Setelah mencari tempat beristirahat, sampailah BentarNews di Desa Purabaya. Ternyata Desa Purabaya adalah pusat Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, tanpa sengaja sampailah kami di halaman gedung tua yang nampak berantakan dan tak terurus. Kaca-kaca gedung itu sudah banyak yang pecah, juga genteng atapnya terlihat parah. Bahkan plafonpun sudah mulai hancur di mana-mana. Ternyata setelah menanyakan penduduk sekitar, gedung tempat kami beristirahat ini adalah gedung Kantor Desa Purabaya.

Sangat menyedihkan memang, di jaman moderen ini ternyata masih ada gedung pelayanan masyarakat desa mirip kandang sapi. Bahkan gedung Kantor Desa Purabaya Kec. Purabaya Kab. Sukabumi ini lebih buruk dibandingkan dengan kandang kuda yang ada di Arcamanik Kota Bandung. Terus bagaimana pegawai desa yang merupakan abdi negara bisa melayani masyarakat dengan baik kalau infrastruktur penunjangnya saja tidak memadai alias amburadul?

Padahal Desa Purabaya ini bukanlah sebuah desa tertinggal, karena tanahnya cukup subur dan perekonomian pun berjalan normal. Bahkan penduduknya banyak memiliki antena parabola yang harganya jutaan rupiah. Namun kenapa kantor Desa Purabaya ini tidak terurus, seperti layaknya rumah hantu atau tempat jin buang anak saja. Padahal jarak Kantor Desa Purabaya sekitar 1 km dari Kecamatan Purabaya, tepatnya di Km 37 di pingir jalan Sukabumi-Sagaranten.

Menurut salah satu warga, Desa Purabaya merupakan desa yang cukup berprestasi . Hal ini terlihat dari indeks prestasi manusia maupun tingkat pelayanan Desa Purabaya ternyata lebih baik dibandingkan desa-desa lain di Kecamatan Purabaya. Bahkan Desa Purabaya menyandang desa terbaik se Kabupaten Sukabumi dalam pengumpulan dana zakat. Sedangkan dari pengumpulan pajak, Desa Purabaya bisa mengumpulkan PBB lebih dari Rp 48 juta per tahunnya.

Ketika ditemui BentarNews, Kepala Desa Purabaya Ogih Sugirwan tidak menampik tuduhan bahwa kantornya memang sudah tidak layak pakai. Bahkan di saat hujan, kantor Desa Purabaya ini terlihat bocor di mana-mana. Padahal Desa Purabaya ini sudah mengajukan dana untuk renovasi  ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun sampai sekarang Pemkab Sukabumi tutup mata dengan keadaan kantor Desa Purabaya yang sudah amburadul.

“Saya pernah beberapa kali mengajukan proposal untuk merenovasi kantor Desa Purabaya ini kepada Pemkab Sukabumi. Tapi sampai saat ini, Pemkab Sukabumi belum mengabulkannya. Mereka (Pemkab Sukabumi) hanya menjawab tidak ada anggaran dari pemerintah,” kata Ogih dengan nada sedih.

Berdasarkan penelusuran BentarNews dari warga, motif tidak dikeluarkan dana bantuan ke Desa Purabaya ini diduga berlatar dari dendam politik. Di saat pemilihan bupati beberapa waktu lalu, ternyata Kepala Desa Purabaya ini mendukung calon bupati yang lain dan kalah. Akibatnya, Desa Purabaya tidak diberi bantuan oleh Bupati Sukabumi terpilih yakni H. Sukmawijaya. Padahal di Desa Purabaya, bupati terpilih mendapat suara terbanyak. Di sisi lain, Kantor Kecamatan Purabaya pada 2009 lalu malah mendapat kucuran dana renovasi sebesar Rp 48 juta untuk membuat sekat-sekat ruang kantor kecamatan ini. (Isa Usman/AY)

Ket. Kantor Desa Purabaya, Kec. Purabaya Kabupaten Sukabumi nampak tak terurus. Genteng dan kaca-kacanya banyak yang pecah, plafon tampak lapuk amburadul tergerus air hujan. Sampai saat ini, belum ada bantuan dana renovasi dari Pemkab Sukabumi. Foto diambil Jumat 6 Juni 2010.(Foto Isa Usman)

 

2010-06-20 21:36:10