Thu, 19 Apr 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Otda di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Tak Maksimal

(Bandung - BentarNews.com): Otonomi daerah (Otda) yang telah berlangsung sewindu, yakni sejak lahirnya UU No.22/1999 tentang pemerintahan daerah. Dan kemudian direvisi oleh UU No.32 tahun 2004. Namun masih banyak daerah, baik tingkat propinsi maupun kabupaten/kota yang belum maksimal dalam mengelola pelimpahan wewenang dan sejumlah urusan dari pemerintah pusat ini.

Sedangkan pelimpahan urusan dan kewenangan di bidang kebudayaan dan pariwisata diatur dalam Peraturan Pemerintah No.38/2007. ?Di bidang kebudayaan ini pemerintah Propinsi Jawa Barat (Jabar) masih memiliki sejumlah urusan yang menjadi kewenangan dalam pengelolaan. Selanjutnya di bidang pariwisata, hanya tersisa dua urusan yaitu promosi dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM),? kata H.I. Budhyana selaku Kadisbudpar Jabar pada kegiatan ?Diseminasi Evaluasi Bidang Kebudayaan dan Kepariwisataan Jabar pada era Otda? di Hotel Grand Pasundan Bandung, Selasa (15/7).

Menurut Budhyana, sebagian besar urusan lainnya seperti obyek wisata, akomodasi, biro perjalanan dan sebagainya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten atau kota. ?Ternyata masih banyak kendala bagi pengembangan bidang pariwisata di kabupaten/kota terutama di permasalahan dana. Juga masalah perijinan usaha pariwisata yang masih menjadi beban biaya tinggi (high cost economy). Selain itu masalah standarisasi pelayanan dan sumber daya manusia (SDM),? ujar Budhyana didampingi Kasubdin Bina Program Disbupar Jabar, H. Jaenudin.

Lanjut dia, dalam seminar ini dapat menghasilkan sejumlah kesepakatan rekomendasi untuk pemerintah. Terutama berkaitan dengan pelaksanaan otda di bidang pariwisata sehingga lebih efisien dan efektif dalam penyelenggaraannya di Jawa Barat.

Sementara itu, H. Jaenudin mengatakan pelaksanaan seminar ini diikuti oleh 75 orang terdiri dari 27 orang unsur kabupaten/kotan, 4 orang unsur Propinsi Jabar, 11 orang unsur internal Disbudpar Jabar dan 5 orang unsur asosiasi kepariwisataan. Selain itu, 6 orang unsur lembaga pendidikan tinggi/dosen, 6 orang mahasiswa lembaga pendidikan tinggi, 10 orang budayawan dan seniman, 2 orang unsur LSM dan 4 orang unsur Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar).

Sedangkan sebagai nara sumber dalam seminar ini yaitu Kepala Litbang Kepariwisataan Depbudpar RI, Direktur Kesenian Depbudpar RI dan Kepala Pengembangan SDM Depbudpar RI. Disamping itu nara sumber juga berasal dari Kepala Bappeda Jabar, Ketua STPB, Kepala Diparda Kota Bandung, Prof.Dr.Hj. Nina Lubis, Prof.Dr. Endang Caturwati, Dr.Ade Makmur K, M.Phil, Prof.Dr. Sidik Priadana, Ir. H. Soewarno Darso Prajitno dan H. Herman Muhtar.

2008-07-16 20:07:51