Thu, 19 Apr 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Museum Sribaduga Gelar Pameran Senjata Kujang

Dengan hilangnya kerajaan Pajajaran dan kerajaan Sunda lainnya, senjata Kujang yang dulu merupakan senjata pusaka bagi masyarakat Sunda semakin menghilang. Bahkan kini, dalam setiap kegiatan yang bersifat tradisi, Kujang sering kali tidak digunakan. "Apalagi popularitas kujang kalah dibandingkan keris karena sebagai senjata dan alat pertanian, kujang kurang difungsikan. Kujang dianggap hanya memiliki nilai simbolik dan sakral bagi masyarakat Sunda," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, H.I. Budhyana, pada pembukaan pameran bertajuk "Kujang Pusaka Jati Diri Kisunda", Minggu (8/6) di Museum Negeri Sri Baduga, Jawa Barat, Jl. BKR Bandung.

Lanjutnya, karena nilai simbolik dan sakral itulah, senjata Kujang menjadi benda yang disegani dan memiliki nilai tinggi secara ekonomi karena dikejar kolektor. "sejata kujang sebagai warisan leluhur sudah sewajibnya pada masa sekarang tetap dilestarikan. Pelestarian yang dilakukan bukan hanya terhadap keberadaannya, tetapi juga kegunaan serta fungsinya," kata Budhyana didampingi Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat, Wawan Ridwan.

Lebih jauh dikatakan Budhyana, akibat perkembangan kemajuan teknologi, budaya, sosial dan ekonomi, masyarakat Sunda, senjata kujang mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi maupun makna. "Awalnya kujang merupakan perkakas pertanian, namun dalam perkembangannya terus bergeser menjadi senjata yang memiliki nilai sakral," ujar Budhyana.

Secara umum, Kujang sebagai senjata memiliki pengertian sebagai pusaka yang memiliki kekuatan tertentu. Oleh karena itu, sejak dulu hingga kini senjata Kujang memiliki tempat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat, terutama seorang pemimpin. "Untuk lebih mengenalkan keberadaan kujang sebagai senjata khas, dilakukan pameran di Museum Negeri Sri Baduga Minggu (8/6) hingga Selasa (10/6). Dan diharapkan kesempatan pameran ini dipergunakan sebaik mungkin oleh masyarakat maupun para pengajar untuk membawa anak didiknya ke museum ini untuk mengenal lebih jauh mengenai Kujang," ujar Budhyana.

2008-06-09 18:00:19