Thu, 19 May 2022

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Menyedihkan, Aparat Penegak Hukum Kok Masih Terjerat Tangkap Tangan KPK!

Jakarta, BentarNews.com - Para sahabat KPK yang baik, kita semua selaku anak bangsa tentu merasa terpukul karena hari ini kita mendengar seorang hakim, panitera dan pengacara terkena tangkap tangan  oleh Tim KPK di Surabaya. Keprihatinan ini tentunya berlanjut setelah secara berturut beberapa pejabat eksekutif setidaknya tiga orang kepala daerah yang juga terkena tangkap tangan oleh KPK.

 

Sungguh semua peristiwa ini garis besarnya adalah karena pelanggaran sistem, karena sistemnya gagal, buruk atau lemah. “Kita sebagai negara hukum sudah memiliki sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi yang makin lama makin kita perbaiki. Sistem harus dibangun agar tidak ada celah dan peluang untuk korupsi, tidak boleh ada lagi sistem yang ramah kepada korupsi,” tegas Ketua KPK RI Firli Bahuri di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

 

Lanjut Firli, sinergi antar lembaga negara dalam pencegahan dan penindakan juga sedang diorkestrasikan. Dan kalau tidak ada pelanggaran sistem yang seorang pejabat lakukan maka tidak akan mungkin dapat masuk ke dalam aksi perilaku korupsi. Tetapi apabila pelanggaran sistem dilakukan maka tentu oknum-oknum ini bisa berefek perilaku korupsi dan penindakan tegas pasti dilakukan oleh KPK.

 

Selanjutnya Firli menegaskan bahwa KPK tidak akan pandang bulu. “Siapa saja yang melanggar sistem yang telah kita buat demi menjaga integritas kelembagaan dan produktivitas pembangunan yang dicanangkan oleh presiden sebagai pemimpin, pasti mereka akan terkena dan dimintakan pertanggungjawaban pidana baik pemidanaan badan maupun perampasan harta miliknya untuk pemiskinan,” ungkapnya.

 

“Maka karena itulah mari berhati-hati dan jangan pernah mau berniat sedikit pun untuk korupsi. Tegakkan marwah lembaga dan harga diri agar kita bisa mewariskan sebuah negara dan birokrasi yang bersih yang membanggakan rakyat Indonesia. Serta mewariskan peradaban antikorupsi bagi generasi selanjutnya,” jelas Firli.

 

Terkait adanya para pejabat di lingkungan Yudikatif dan juga termasuk penegak hukum karena hakim dan pengacara adalah penegak hukum, tentu pihaknya sangat prihatin dan akan membicarakan dengan organisasi induk yang bersangkutan.

 

“Kami ingin tindakan pencegahan di organisasi induk-nya bisa terus diperkuat supaya pelanggaran hukum dan etika terhadap sistem tidak berlangsung di lembaga tersebut,” papar Firli.

 

“Sekali lagi, kami berjanji bahwa penegakan hukum tidak akan pandang bulu dan KPK dan seluruh penegak hukum tidak akan pernah lelah pemberantasan korupsi sampai Indonesia bebas dari korupsi. Sambil menunggu konferensi pers terhadap kegiatan Tangkap Tangan di Surabaya, saya mohon doa dan dukungan semua sahabat agar semua berjalan lancar dan baik. Terima kasih,” tutur Firli dalam salam FB-nya. (AsepY)

2022-01-20 11:09:51