Tue, 22 May 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Mengenal Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), Bagian Kesatu

Gonore, klamida, sifilis, cankroid, limfagranuloma venerum, infeksi trikomona, herpes genitalis, kutil kelamin dan granuloma inguinale merupakan jenis penyakit menular seksual (IMS). Untuk mencegahnya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, setelah menikah setialah pada pasangn anda, gunakan kondom untuk mengantisipasi penyakit tersebut, kemudian janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berpotensi penyakit tersebut misalnya pekerja seks.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Dr. Gunadi Sukma Bhinekas, di Bandung beberapa waktu lalu. ?Gonere (kencing nanah, uretritis spesifik, go), dengan epidemiologi disebabkan oleh kuman Neisseria Gonorrhoea, terjadi di seluruh dunia, dan dapat menyerang laki-laki maupun perempuan semua usia. Terutama pada kolompok umur dewasa muda,? ujarnya.

Kuman jenis ini kebal,selama beberapa bulan pasien yang diobati bisa menulari orang lain, dengan terinveksi klamidia pada saat yang bersamaan juga bukanlah hal yang janggal. Adapun gejala dan tanda-tantanya diantaranya, pada perempuan dan laki-laki tidak tampak adanya gejala infeksi, tetapi pada laki-laki cairan yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi, atau biasanya menderita sakit kencing. Apabila orang tersebut melakukan seks anal, mungkin juga keluar cairan yang sama dari dubur. Sedangkan pada perempuan, gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak terdeteksi, hanya saja pada waktu kencing ada perasaan tidak enak, selain itu mungkin ada sedikit cairan dan sedikit gangguan di vagina, dengan infeksi yang kronis umum terjadi dan bisa menyebabkan kemandulan.

Gejala pada bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore, matanya merah dan bengkak, dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental, kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera di berikan. Maka harus melakukan diagnosis adalah dengan pemeriksaan mikroskopik gram strain dari smear yang di ambil dari cairan itu ataupun dengan cara pembiakan.

Sementara untuk Klamida (Uretritis non-gonore, uretritis non-spesipik UNS) dengan epidemiologi antara 35-50 persen dari kasus penyakit kelamin non-gonore diperkirakan disebabkan oleh Chlamydia Trachomatis, yang terjadi secara umum di seluruh dunia. Dan pada perempuan, penyakit ini bisa menyebabkan radang leher rahim mucopurulent walaupun infeksi biasanya tanpa gejala. Selanjutnya pada infeksi klamidia yang terjadi berulang kali biasanya bisa menyebabkan penyakit peradangan leher rahim kronis dan kemandulan, penyakit ini penularannya bisa terjadi lewat sanggama.dan penyakit ini bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan semua usia, terutama dewasa muda.

Gejala dan tanda sama Klamida seperti gonore, perbedaannya adalah banyak perempuan yang terinfeksi tidak menunjukan gejala apapun. Dan komplikasi yang menyebabkan kemandulan pada perempuan juga umum terjadi, dan infeksi mata mungkin menyerang bayi yang dilahirkan oleh perempuan yang terinfeksi. Diagnosis biasanya didasari oleh tidak adanya kuman penyebab gonore pada smear atau pada pembiakan cairan dari leher rahim atau dari uretra (lubang kencing). Hal ini bisa dipastikan dengan mengetes cairan smear untuk melihat adannya antigen klamida.

Sedangkan Sifilis (Raja Singa) dengan Epidemiologi oleh Treponema Pallidium, yaitu sebuah spicrohete (bakteri yang berbentuk spiral), terjadi di seluruh dunia terutama menyerang dewasa muda usia 20-35 tahun. Dan lebih lazim terjadi daerah perkotaan, baru-baru ini ada kenaikan jumlah kasus di beberapa negara industri yang dihubungkan dengan penggunaan narkoba dan pelacuran, dan penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka (yang bernanah atau yang membengkak) di kulit dengan selaput lender atau dengan cairan tubuh (air mani, darah, cairan vagina) selama sanggama. Penularan penyakit ini bisa terjadi melalui tranfusi darah bila donor berada dalam tahap awal infeksi tersebut, infeksi bisa ditularkan dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang belum lahir. Hal ini merupakan penyebab penting terjadinnya kelahiran bayi yang meninggal di daerah-daerah endermis.

Gejala dan tanda Sifilis, sebuah luka mula-mula muncul beberapa minggu setelah tertular, luka ini biasannya merupakan borok yang tidak sakit di daerah tempat hubungan pertama kali terjadi (penis, leher rahim, dubur, dinding belakang kerongkongan/faring). Dan kuman kemudian memasuki aliran darah dalam waktu 1-3 bulan muncul tahap kedua. Tahap ini ditandai dengan ruam yang menyebar dan pembengkakan kelenjar, setelah masa laten selama 5-20 tahun dengan sedikit atau tanpa gejala. Tahap ke tiga dari sifilis ini bisa termasuk penyakit-penyakit yang menyerang susunan saraf pusat atau sistem kardiovaskular, yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian muda. Maka dengan diagnosis labolatorium biasanya dilakukan dengan memakai tes serologi dari darah atau cairan serebrospital.

Cankroid (Ulkus Mole) dengan epidemiologi disebabkan oleh Haemophilus Ducreyi, sebuah bakteri sangat lazim terjadi di daerah tropis dan sub-tropis di dunia, lebih sering terjadi pada laki ? laki dan luka cankroid sangat menular. Gejala dan tanda ditandai dengan adanya luka yang bernanah atau memborok yang akut dan sakit di bagian kelamin. Biasanya satu dan diameternya berukuran kurang dari 1 cm, luka itu biasanya muncul 3-5 hari setelah tertular, dan ditandai dengan adannya pembengkakkan yang sakit dari kelenjar setempat. Pada perempuan, cankroid umumnya terjadi tanpa gejala, maka dengan diagnosis bisa dipastikan melalui pembiakan cairan dari luka.

2008-06-02 12:01:46