Tue, 22 May 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Mengenal dan Menanggulangi HIV AIDS

AIDS adalah Acquired Immune Deficeincy Syndrom yaitu sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh adanya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Di dalam tubuh, Virus HiV ini hidup di dalam 4 cairan tubuh manusia diantaranya Cairan Darah, Cairan Sperma, Cairan Vagina, Air Susu Ibu.

Hal tersebut dungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Dr. Gunadi Bhinekas, M.Si, didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Kota Bandung Dr.Hj.Rita Verita Sri, MM, MH.

Menurut Gunadi, Aids disebabkan oleh Virus bernama Human Immuno deficiency Virus (HIV) yang dapat menyerang dan merusak system kekebalan tubuh manusia. ?Untuk itu diperlukan perhatian khusus, karena belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah bakteri tersebut. Pada umumnya pengidap virus tersebut menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya, walaupun demikian tidak merasa sakit dan tampak sehat-sehat saja. Sementara itu dari aspek biaya pengobatannya terbilang mahal disertai dengan menurunkan mutu sumber daya manusia dan produktifitas kerja. Sehingga hal tersebut dapat menggangu perekonomian Negara,? katanya.

Penularan Aids

Menurut Gunadi, penyakit AIDS tersebut telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks. Adapun cara penularan penyakitnya melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV, lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV yang di pakai bergantian tanpa disterilkan. Juga suntikan melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain. Misalnya, pemakaian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba, penyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit yaitu alat tindik, tato dan alat facial wajah.

Selain dari jarum suntik, virus HIV ini bisa lewat cairan sperma dan cairan vagina dengan melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/anus) tanpa menggunakan kondom. Sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubugan sek lewat vagina). Atau tercampurnya caira sperma dengan darah yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

Selain itu, virus ini menular lewat air susu ibu, penularan ini memungkinkan dari seseorang ibu hamil yang positif HIV dan melahirkan lewat Vagina. Kemudian menyusui bayinya dengan Asi, kemungkinan penularan dari ibu ke bayi.

Virus HIV tidak ditularkan melalui, berpelukan sosial, berjabat tangan, pemakaian WC, wasteful atau kamar mandi bersama, di kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain, membuang ingus, batuk atau meludah dan pemakaian piring, alat makan atau makan bersama.

Adapun upaya untuk Pencegahan penularan diantaranya, menghindari hubungan seks diluar nikah, pemakaian kondom pada mereka yang mempunyai pasangan HIV positif, menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya yang terjamin sterilitasnya, skrining pada semua kantong donor darah, wanita dengan HIV positif tidak hamil dan kondom untuk kelompok risiko tinggi.

Sementara itu menurut Agung, Seksi P2PL Diskes Kota Bandung menyatakan sebenarnya tidak ada tanda-tanda khusus yang bisa menandai apakah seseorang telah tertular HIV atau tidak. Karena keberadaan virus HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang ( 5-10 tahun, hinga mencapai masa yang disebut fullblowm AIDS ). Adanya HIV didalam darah bisa terjadi tanpa seseorang menunjukan gejala penyakit tertentu dan ini disebut masa HIV positif.

?Bila seseorang terinveksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka dalam ter pertama tersebut belum tentu data terdeteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal tersebut disebabkan karena tubuh kita membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan untuk membentuk Antibody yang nantinya akan dideteksi oleh tes darah tersebut. Masa ini disebut window period (period jendela), dalam masa ini, bila seseorang ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walau pun belum bisa dideteksi melalui tes darah) ia sudah bisa menularkan HIV melalui prilaku tersebut,? kata Agus.

Kemudian secara umum tanda-tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS diantaranya berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat, demam tinggi berkepanjangan lebih dari satu bulan, diare berkepanjangan lebih dari satu bulan. Sedangkan gejala-gejala tambahan berupa, batuk berkepanjangan lebih dari satu bulan, kelainan kulit dari iritasi atau gatal-gatal, infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan, pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Seperti dibawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha.

HIV positif dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, adakalanya hasil pemeriksaan negatif. Tetapi walaupun sebenarnya dia telah terinveksi serta dapat menularkan penyakitnya, hal tersebut dapat terjadi apabila pemeriksaan dilakukan pada stadium awal seseorang terinfeksi HIV 3 bulan pertama. Sedangkan untuk melindungi diri sendiri dari infeksi HIV, diantaranya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, setelah menikah setialah pada pasangan anda, dan gunakan kondom apabila pasangan anda posotif HIV. Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berpotensi HIV positif misalnya pekerja seks. Juga jangan terlibat narkoba dan pemakaian jarum suntik bersama-sama.

Adapun langkah untuk memerangi AIDS, diantaranya dengan bertindak menghindari penularan kepada diri sendiri, pelajari fakta yang benar tentang HIV dan AIDS. Karena banyak beredar anggapan dan pemikiran yang keliru tentang hal tersebut. Hindari diskriminasi terhadap pengidap HIV atau AIDS, perlakukan mereka secara manusiawi. Dan tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV/AIDS pada lingkungan anda dan mencegah ketakutan yang tidak beralasan terhadap pengidap penyakit tersebut.

2008-04-17 22:49:25

Mengenal dan Menanggulangi HIV AIDS

AIDS adalah Acquired Immune Deficeincy Syndrom yaitu sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh adanya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Di dalam tubuh, Virus HiV ini hidup di dalam 4 cairan tubuh manusia diantaranya Cairan Darah, Cairan Sperma, Cairan Vagina, Air Susu Ibu.

Hal tersebut dungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Dr. Gunadi Bhinekas, M.Si, didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Kota Bandung Dr.Hj.Rita Verita Sri, MM, MH.

Menurut Gunadi, Aids disebabkan oleh Virus bernama Human Immuno deficiency Virus (HIV) yang dapat menyerang dan merusak system kekebalan tubuh manusia. ?Untuk itu diperlukan perhatian khusus, karena belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah bakteri tersebut. Pada umumnya pengidap virus tersebut menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya, walaupun demikian tidak merasa sakit dan tampak sehat-sehat saja. Sementara itu dari aspek biaya pengobatannya terbilang mahal disertai dengan menurunkan mutu sumber daya manusia dan produktifitas kerja. Sehingga hal tersebut dapat menggangu perekonomian Negara,? katanya.

Penularan Aids

Menurut Gunadi, penyakit AIDS tersebut telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks. Adapun cara penularan penyakitnya melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV, lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV yang di pakai bergantian tanpa disterilkan. Juga suntikan melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain. Misalnya, pemakaian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba, penyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit yaitu alat tindik, tato dan alat facial wajah.

Selain dari jarum suntik, virus HIV ini bisa lewat cairan sperma dan cairan vagina dengan melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/anus) tanpa menggunakan kondom. Sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubugan sek lewat vagina). Atau tercampurnya caira sperma dengan darah yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

Selain itu, virus ini menular lewat air susu ibu, penularan ini memungkinkan dari seseorang ibu hamil yang positif HIV dan melahirkan lewat Vagina. Kemudian menyusui bayinya dengan Asi, kemungkinan penularan dari ibu ke bayi.

Virus HIV tidak ditularkan melalui, berpelukan sosial, berjabat tangan, pemakaian WC, wasteful atau kamar mandi bersama, di kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain, membuang ingus, batuk atau meludah dan pemakaian piring, alat makan atau makan bersama.

Adapun upaya untuk Pencegahan penularan diantaranya, menghindari hubungan seks diluar nikah, pemakaian kondom pada mereka yang mempunyai pasangan HIV positif, menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya yang terjamin sterilitasnya, skrining pada semua kantong donor darah, wanita dengan HIV positif tidak hamil dan kondom untuk kelompok risiko tinggi.

Sementara itu menurut Agung, Seksi P2PL Diskes Kota Bandung menyatakan sebenarnya tidak ada tanda-tanda khusus yang bisa menandai apakah seseorang telah tertular HIV atau tidak. Karena keberadaan virus HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang ( 5-10 tahun, hinga mencapai masa yang disebut fullblowm AIDS ). Adanya HIV didalam darah bisa terjadi tanpa seseorang menunjukan gejala penyakit tertentu dan ini disebut masa HIV positif.

?Bila seseorang terinveksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka dalam ter pertama tersebut belum tentu data terdeteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal tersebut disebabkan karena tubuh kita membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan untuk membentuk Antibody yang nantinya akan dideteksi oleh tes darah tersebut. Masa ini disebut window period (period jendela), dalam masa ini, bila seseorang ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walau pun belum bisa dideteksi melalui tes darah) ia sudah bisa menularkan HIV melalui prilaku tersebut,? kata Agus.

Kemudian secara umum tanda-tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS diantaranya berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat, demam tinggi berkepanjangan lebih dari satu bulan, diare berkepanjangan lebih dari satu bulan. Sedangkan gejala-gejala tambahan berupa, batuk berkepanjangan lebih dari satu bulan, kelainan kulit dari iritasi atau gatal-gatal, infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan, pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Seperti dibawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha.

HIV positif dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, adakalanya hasil pemeriksaan negatif. Tetapi walaupun sebenarnya dia telah terinveksi serta dapat menularkan penyakitnya, hal tersebut dapat terjadi apabila pemeriksaan dilakukan pada stadium awal seseorang terinfeksi HIV 3 bulan pertama. Sedangkan untuk melindungi diri sendiri dari infeksi HIV, diantaranya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, setelah menikah setialah pada pasangan anda, dan gunakan kondom apabila pasangan anda posotif HIV. Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berpotensi HIV positif misalnya pekerja seks. Juga jangan terlibat narkoba dan pemakaian jarum suntik bersama-sama.

Adapun langkah untuk memerangi AIDS, diantaranya dengan bertindak menghindari penularan kepada diri sendiri, pelajari fakta yang benar tentang HIV dan AIDS. Karena banyak beredar anggapan dan pemikiran yang keliru tentang hal tersebut. Hindari diskriminasi terhadap pengidap HIV atau AIDS, perlakukan mereka secara manusiawi. Dan tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV/AIDS pada lingkungan anda dan mencegah ketakutan yang tidak beralasan terhadap pengidap penyakit tersebut.

2008-05-27 00:00:00