Sat, 18 Aug 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Kegelisahan Perempuan dalam Monolog Digelar di Taman Budaya-Dago

Kegamangan perempuan dalam menapaki kisah hidupnya, baik di panggung politik, kisah keluarga maupun dimata tatanan sosial lainnya, masih dirasakan. Peranan mereka (perempuan, red) masih dikebiri oleh aturan-aturan yang masih membelenggu kreativitasnya. Tak jarang, peran di dunia politik maupun bidang lainnya masih didominasi kaum pria. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, masih banyak problem yang menghimpit kebahagian perempuan dalam kodratnya. Seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sering dilakukan kaum pria terhadap perempuan. Selain itu, problem kekerasan seks, pekerja seks, poligami dan masih banyak seabreg permasalahan yang ditimpakan kaum perempuan.

Padahal, derajat perempuan sama seperti kaum pria. Kalau ditilik dari kemajuan sebuah keluarga, ternyata peran perempuan sangatlah besar. Mulai dari mengasuh dan mendidik anak, hingga melayani para suami. Bahkan tidak sedikit perempuan yang bekerja diluar sebagai profesi seorang ibu sekaligus mengurus keluarganya.

Kisah-kisah buruk kaum hawa ini terjadi pula di kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk menggambarkan keadaan ini, sekaligus memperingati Hari Perempuan Sedunia 2008, Produksi Intitut Ungu dan Yayasan Pitaloka menggelar pentas teater monolog "Perempuan Menuntut Malam". Sedangkan naskahnya ditulis bersama oleh Rieke Diah Pitaloka, Faiza Mardzoeki dan Tati Krisnawaty, yang disutradarai seniman Zuki a.k.a. Kill The Dj dari Jogjakarta. Menurut rencana, monolog yang didukung Kedutaan Finlandia, HIVOS, Mainteater Bandung dan Balai Taman Budaya Disbudpar Jabar, akan digelar di teater tertutup Taman Budaya, Dago-Bandung, 28-29 Maret 2008 pukul 20.00 WIB.

Kisah monolog Perempuan Menuntut Malam ini dibagi menjadi 3 naskah, yakni tentang Perempuan Politisi Anggota Parlemen, judulnya "Pagi Yang Penuh" yang dimainkan artis cantik Rieke Diah Pitaloka. Selanjutnya kisah seorang ibu dalam "Sepiring Nasi Goreng" dimainkan Ninik L Karim. Dan monolog "Tarian Sang Empu" yang menggambarkan perempuan kawin dibawah tangan dibawakan perempuan cantik Maryam Supraba. Ketiga monolog ini berbicara tentang cinta, rumah, politik dan kekuasaan. Ketiganya telah melakukan latihan selama 3 bulan penuh demi memainkan peran yang sarat sentilan kritis, diselingi kelucuan dan hal yang mengharukan. Tentunya yang menggambarkan kejadian saat ini di bumi pertiwi.

Pentas teater ini menggunakan media properti panggung yang minimalis dan memanfaatkan video rekam diintegrasikan sebagai set panggung sekaligus naskah ceritanya. Videografi ini dikerjakan Chandra Hutagaol, sedangkan musiknya ditangani Balance Perdana Putra. Selanjutnya soundscape dikerjakan oleh Zuki dan Yoseph Herman Susila, serta Azis Dyink sebagai tata cahaya dan Maman sebagai tata kostum.

Demikian sekelumit kisah perempuan yang digambarkan dalam jumpa pers di Teater Tertutup Taman Budaya Jabar, Kamis siang (27/03). Tampak hadir, Rieke Diah Pitaloka, Faiza Marzoeki, Maryam Supraba, Zuki a.k.a. Kill The Dj dan moderator Wawan S. Selain itu, juga hadir selaku tuan rumah, Kepala Balai Pengembangan Taman Budaya Jawa Barat, Dr. Ikke Dewi Sartika, M.Pd.

Menurut Ikke, pihaknya sangat senang dengan kedatangan para artis yang menggarap teater monolog bertemakan perempuan seperti Rieke yang jauh-jauh datang dari Jakarta. "Mudah-mudahan fasilitas yang ada di gedung teater tertutup Taman Budaya Jabar ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ke depannya, kami akan terus mendukung kegiatan budaya seperti seni teater bisa sering tampil di Taman Budaya. Tak lupa atas nama, Disbudpar Jabar, kami ucapkan selamat dan sukses dalam pagelaran monolog nanti. Mudah-mudahan masyarakat khususnya Kota Bandung bisa lebih apresiatif dengan menonton pertunjukan monolog Perempuan Menuntut Malam," tuturnya.

2008-03-27 23:38:28

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so: undefined symbol: qha_jenkins2

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: