Tue, 16 Oct 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Jaminaan Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin Melalui Program Jamkesmas Dan Bawaku Sehat

Jaminan Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Miskin Dikota Bandung melalui program Jamkesmas dan Bawaku Sehat untuk menuju Bandung Kota Sehat yang mandiri. Adapun maksud dan tujuan program tersebut, diantaranya untuk meningkatkan akses pelayanan Kesehatan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu terhadap fasilitas kesehatan. Kemudian untuk memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai standar terhadap masyarkat miskin tersebut difasilitasi oleh pemberi pelayanan kesehatan. Serta menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan difasilitas pelayan kesehatan tingkat 1 (Puskesmas) dan tingkat rujukan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu.

Selama kartu peserta yang diterbitkan oleh PT Askes (PT Persero) belum terbit, peserta (masyarakat tersebut terdaftar dalam SK Walikota) yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menggunakan identitas miskin SKM yang dikeluarkan oleh Kelurahan dan disyahkan BPS Kota. Selama masa tenggang waktu maksimal 2x24 jam hari kerja, masyarakt miskin (maskin) yang belum mampu menunjukan identitas miskinnya, maka maskin tersebut tidak boleh dibebani biaya dan seluruh pembiayaannya menjadi beban Rumah Sakit dan untuk selanjutnya diklaimkan.

Rumah sakit pemberi kesehatan bagi maskin, diantaranya pelayanan kesehatan yang bersipat gawat darurat (Emergency), bahwa semua Rumah Sakit yang ada di kota Bandung wajib melayani pasien maskin yang datang. Kemudian Maskin yang tidak tercantum dalam SK Walikota, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan diseluruh Rumah Sakit dan Klinik Khusus yang ada di kota Bandung dengan rujukan Puskesmas kecuali pada saat kondisi Emerrgency, dan maskin yang tercantum dalam SK Walikota tersebut bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Rujukan pada Rumah Sakit yang sudah kontrak atau bekerjasama dengan Depkes. Diantaranya, RS.Hasan Sadikin, RS.Jiwa Bandung, RS. Mata Cicendo, RSUD Kota Bandung, RSKIA Astana Anyar, RSP Rotinsula, BP4 Cibadak, RS TNI AU Dr Salamun, RSKG Habibie, RS Immanuel, Klinik Khusus Jiwa Nur Ilahi, RS MUhamadiyah Bandung, RS Kebon Jati, RS Bungsu, RS Santosa Bandung, RS Al-Islam, RS Pindad, RS ST.Yusup dan RS Borromeus.

Adapun tata laksana Pelayanan kesehatan tersebut, diantaranya peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan berkunjung ke puskesmas dan jajarannya. Untuk mendapatkan pelayanan serta harus menunjukan kartu Askeskin/ Jamkesmas/SKM. Kemudian apabila peserta harus diberikan pelayan kesehatan rujukan, maka peserta yang bersangkutan dapat dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan disertaii dengan surat rujukan dan identitas miskin (Askeskin/Jamkesmas/SKM yang ditunjukan sejak awal berobat di rumahsakit. Apabila harus dirawat inap, sejak awal ditempatkan di kelas tiga dan tidak diperkenankan pindak kelas, lalu pada saat kondisi gawat darurat peserta tidak diwajibkan membawa surat rujukan, serta pasien harus mengikitu prosedur dan ketentuan palayanan kesehatan yang berlaku pada masing-masing Rumah Sakit.

Terkait dengan jenis Pembiayaan Kesehatan pada program Jamkesmas atau Bawaku Sehat tersebut, antara lain pada umumnya semua masyarakat miskin yang ada di kota Bandung. Untuk pembiayaan kesehatannya tersebut dijamin dengan ketentuan, jika maskin itu tercantum dalam SK Walikota Bandung, tentang penetapan sasaran masyarakat miskin yang pembiayaan kesehatannya dijamin Program Jamkesmas dan Bawaku Makmur (cost shring).

Kemudian untuk masyarakat miskin yang tidak tercantum dalam SK Walikota, untuk pembiayaan kesehatannya dijamin oleh program Bawaku Makmur. Maskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan harus selalu membawa dan menunjukan identitas miskinnya seperti Askeskin/Jamkeskin/SKM kepada petugas pelayan kesehatan. Kemudian bagi gelandangan, pengemis dan anak terlantar yang tidak menunjukan identitas miskinnya, maka Direktur RS dapat menetapkan status miskin yang bersangkutan atas Rekomondasi dari Dinas Sosial.

(* Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung)

2008-07-02 18:19:16