Fri, 21 Jan 2022

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

GIZ Indonesia Luncurkan CLSI Guna Fasilitasi Diaspora dan Migrasi

Bandung-BentarNews.com: Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Lembaga pembangunan yang berbasis di Jerman, meluncurkan Collective Leadership Specialist Indonesia (CLSI).

 

CLSI yang diluncurkan hari ini bertujuan menjadi platform nasional untuk memfasilitasi dialog serta kemitraan yang berkelanjutan dalam memecahkan tantangan seputar diaspora dan migrasi. Selain itu, CLSI juga memberdayakan komunitas diaspora Indonesia.

 

CLSI dibawah binaan GIZ Indonesia, merupakan kolaborasi antar perwakilan dari grassroots community, lembaga pemerintah dan non pemerintah, organisasi masyarakat sipil (OMS) dan akademisi. Selanjutnya, CLSI diresmikan melalui proses pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan, tentang tata kelola migrasi oleh Collective Leadership Institute (CLI) yang berbasis di Jerman.

 

Makhdonal Anwar selaku Team leader Program Migrasi dan Diaspora GIZ Indonesia, menjelaskan bahwa CLSI ini inisiatif yang dikembangkan berupa migrasi dan diaspora yang dilakukan GIZ Indonesia dan dibiayai pemerintah Jerman.

 

“Pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan membahas tiga modul yang meliputi kepemimpinan kolektif, tata kelola migrasi dan isu-isu diaspora lain. Sedangkan delegasi yang hadir sebanyak 25 orang guna mengikuti pelatihan dasar kesamaan tujuan. Yakni mengoptimalkan kontribusi diaspora terhadap Visi Pembangunan Indonesia 2030," ungkap Makhdonal di Crown Plaza Hotel, Jalan Lembong, Kota Bandung, Selasa (7/12/2021).

 

Pembentukan CLSI diawali dengan mengumpulkan platform yang telah dimapping dua tahun lalu dan diimplementasikan oleh 23 negara yang melihat apa yang dapat mereka berikan. Untuk di Indonesia, Makhdonal menyebut isu diaspora sangatlah penting sejak 2012 dan perlu pengoptimalisasian di berbagai sektor.

 

“Akhirnya kami bekerjasama dengan sejumlah instansi untuk membuat platform dialog (komunikasi) antarpihak untuk membicarakan kontribusi pembangunan nasional. Kami berharap ini dapat menjadi wadah diskusi dalam situasi semi formal membicarakan diaspora,” jelas Makhdonal.

 

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Politik pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ganewati Wuryandari mengungkapkan pergantian kepemimpinan presiden pada 2024 diharapkan diaspora tetap menjadi bagian prioritas pemerintah yang baru.

 

“Siapapun pemerintah yang menggantikan Presiden Jokowi, seharusnya bisa tetap memrioritaskan diaspora ini. Selanjutnya keberadaan CLSI bisa menjadi motor kelompok kepentingan dalam mengetuk pemerintah jika melupakan diaspora,” tegas Wuryandari.

 

Lanjut Wuryandari, diaspora Indonesia terbilang banyak namun tak sebanyak seperti Cina, India dan Filipina yang peran diasporanya sangat kuat membantu pembangunan negara asalnya.

 

Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Elisabeth Dewi, PhD menyebut sejumlah penelitian dan jurnal terkait diaspora telah dilakukan kampusnya. “Melalui CLSI, saya berharap apa yang dilakukannya ini bisa membangkitkan dan memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia,” tuturnya.

 

Lanjut Dewi, di masa mendatang pihaknya akan mendirikan pusat studi diaspora yang bisa menjadi bagian pusat studi yang salah satu isu internasional yaitu diaspora. “Semoga saja di 2022 kami bisa launching pusat studi diaspora. Unpar dan alumni Unpar siap mendukung penuh dan bergerak lakukan penelitian dan pengabdian agar menjadi publikasi dan media kampanye betapa pentingnya isu diaspora,” ujarnya. (asep)

 

Ket.Foto: usai peluncuran CLSI, Makhdonal Anwar (tengah), Elisabeth Dewi (kiri) dan Ganewati Wuryandari (kanan), di Hotel Crown Plaza, Jalan Lembong Bandung, Selasa (7/12/2021). Foto/Asep

2021-12-08 12:15:17