Fri, 17 Aug 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Gedebage Untuk Rencana lokasi PLTSa Kota Bandung

Adanya penolakan kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan penanganan sampah melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Gedebage, bagi pemerintah Kota Bandung adalah hal yang wajar dan biasa. Jika dikaji secara mendalam, penolakan umumnya muncul karena perbedaan pemahaman dan terusiknya nasib serta kepentingan masyarakat. Hal lainnya bisa juga disebabkan kurangnya percayanya masyarakat terhadap pemerintah, padahal ini tidak perlu terjadi jika masyarakat memahami benar, bahwa pemerintah mempunyai kewajiban melindungi, mencerdaskan dan mensejahterakan warganya.

Pro dan kontra, itu hal yang wajar, mereka yang mendukung dan yang menolak adalah juga sama-sama warga Kota Bandung. ?Baik yang mendukung maupun yang menolak kami sangat menghargai, masih ada waktu untuk kita sama-sama membahas masalah ini,?kata ketua Tim Formal Sosialisasi PLTSa Gedebage Drs H Tjetje Soebrata SH MM (sekaligus Kepala Bappeda Kota Bandung) dalam acara Sosialisasi PLTSa, sekaligus dialog dengan masyarakat sekitar lokasi bertempat di RW 01 Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage, belum lama. Serta dihadiri ketua DPRD Kota Bandung Drs H Husni Muttagin,Tim dari ITB dan pengembang PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) yang diwakili salah satu direkturnya, Yahya.

Menanggapi pertanyaan ketua Rw 02 Griya Bumi Pitaloka, H Susilo Rahardjo SH, mengapa PLTSa mesti di Gedebage dan tidak di kawasan Cipadung yang sudah banyak pabrik. Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Drs H.Juniarso Ridwan mengemukakan, Kawasan Bandung Timur Gedebage termasuk Cipadung, sesuai rencana Tata ruang Wilayah (RTRW). Selain daerah permukiman, juga diarahkan sebagai kawasan industri non polutan, Gedebage menurutnya selain tersedia lahan yang dibutuhkan juga dekat jalan tol karena jalur pengankutan sampah ke PLTSa , direncanakan tidak melewati pemukuman penduduk.

Kepada BPLH Kota Bandung, Drs H.Nana Supriatna MM meyakinkan, rencana pembangunan PLTSa tesebut benar-benar sudah diperhitungkan dengan matang. Karena melibatkan sedikitnya para pakar dari 6 disiplin Ilmu, diantaranya Aspek Teknologi, Kimia, Biologi, Sosial, Budaya, Ekonomi dan lingkungan. ?Jika PLTSa ke depan menimbulkan pencemaran Lingkungan, serta menyengsarakan masyarakat, maka saya selaku kepala BPLH serta sebagai lembaga yang mengelola lingkungan hidup, yang paling dahulu menutupnya, bukan masyarakat,?ujarnya.

Terkait dengan nasib sebagian warga yang menggantungkan nasibnya sebagai petani penggarap, Asisten Ekbang Kesra II, Drs .Taufik Rahman, mengemukakan, Pembot tidak akan menelantarkannya termasuk keinginan adanya kontrak sosial. ?Aspirasi Warga adalah masukan dan merupakan bagian dari pembangunan PLTSa secara keseluruhan. Jadi apa yang diinginkan masyarakat sekitar lokasi, pemkot akan merumuskan untuk dicarikan solusi terbaiknya,? ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Pemkot Bandung menyerahkan bantuan 11 unit alat penjernih air, 11 pasang tong sampah, 11 gerobak sampah yang diserahkan Kepala BPLH melalui Camat Gedebage, Drs. ZamZam Nurzaman untuk selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat yang memerlukan.

2008-04-15 21:06:46

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so: undefined symbol: qha_jenkins2

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: