Sat, 20 Jan 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Disbudpar Jabar Targetkan Wisman 700 ribu dan Wisnus 37 Juta Orang

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa memberikan devisa bagi negara. Sebab banyak wisatawan manca negara (wisman) yang rela membelanjakan dollar-nya demi menikmati sektor ini. Disamping itu, sector pariwisata juga sangat berperan bagi penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Untuk itu, pemerintah mengembangkan kepariwisataan yang berbasis lingkungan kemasyarakatan (community based tourism development). Hal ini untuk meningkatkan perekonomian daerah dan daya beli masyarakat setempat.

Sedangkan Pemerintah RI pada 2008 ini mencanangkan tahun kunjungan wisata (Visit Indonesia Year 2008) dengan menargetkan 7 juta wisman dengan nilai devisa US$ 6,4 miliar. Target ini mengalami kenaikan 16,66% dibandingkan target 2006 yaitu sebanyak 6 juta wisman dengan nilai devisa US$ 5,4 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat H. I. Budhyana dalam Rakor Pendataan Kebudayaan dan Pariwisata Jabar 2008 di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, Selasa (29/4). Menurut Budhyana, Jabar sendiri 2008 menargetkan kunjungan wisman sebanyak 700.000 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 37,5 juta orang.

Lanjut Budhyana, untuk mencapai target kunjungan wisatawan tersebut, pihaknya telah menempuh langkah antisipatif. Yakni upaya pemulihan kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia, khususnya Jabar dan peningkatan koordinasi lintas sektoral. Selain itu, upaya memadukan pemasaran kepariwisataan dan penguatan sistem informasinya, baik bentuk, jenis, maupun pengolahan data guna pembangunan industri pariwisata.

Adapun pendekatan dan strategi untuk mengembangkan kebudayaan dan pariwisata Jabar yang memiliki potensi geografis berupa gunung, rimba, laut, air, pantai, seni dan budaya (Gurilaps) meliputi 5 si dan 3 c. Yakni pendekatan kreasi, fasilitasi, donasi, apresiasi dan publikasi/promosi. Sedangkan strateginya meliputi competitive (persaingan), complexity (keragaman) dan change (perubahan).

?Upaya pengembangan kebudayaan dan pariwisata ini membutuhkan dukungan data dan informasi yang akurat dan memadai. Yakni dengan penyajian data yang variatif, integrative, interaktif dan responsive. Sehingga data ini bisa menjadi media komunikasi berbagai pihak terkait guna sebagai bahan referensi bagi pengambil kebijakan di bidang kebudayaan dan pariwisata,? kata Budhyana.

2008-05-02 15:02:16