Thu, 17 Oct 2019

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

BJB INDAH Sinergi Strategis Bank BJB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Pangandaran-BentarNews.com: Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Untuk mendukung misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank BJB mempunyai strategi jitu dalam menghadapi tantangan dan kompetisi di dunia perbankan, salah satunya siap mendukung Program BJB Indah (Infrastruktur Daerah).

 

Sejak awal berdiri Bank BJB telah berperan aktif dalam penyaluran kredit infrastruktur berbekal pengalaman serta dukungan sistem dan SDM yang handal, Bank BJB sangat siap bertindak sebagai lead maupun arranger dalam pembiayaan untuk kegiatan pembiayaan infrastruktur. Hal ini sesuai dengan misi, Bank BJB berperan aktif mendukung percepatan program pembangunan pemerintah daerah dengan fasilitas kredit bagi pemerintah daerah maupun swasta.

 

Dalam acara Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) yang diselenggarakan di Pantai Indah Resort Hotel Timur Pangandaran (26/09/2019). Dalam kegiatan ini Bank BJB menghadirkan Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama, Suartini selaku Direktur Konsumer dan Ritel serta Nia Kania selaku Direktur Keuangan & Manajemen Risiko berkesempatan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi BJB INDAH bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang dihadiri oleh Pribadi Santoso Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Direktorat Bina Keuangan yang diwakili oleh Dr. Moch Ardian N. Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Kementerian Dalam Negeri.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta perwakilan Kepala Daerah dari 27 Kota dan Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat ini mengupas tuntas mengenai sepak terjang pembiayaan proyek-proyek infrastruktur daerah maupun kerjasama Pinjaman Daerah yang telah dilakukan Bank BJB dengan Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

 

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil mengatakan, program BJB Indah merupakan upaya Pemprov Jabar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur daerah. Program ini memanfaatkan pembiayaan bank bjb, sebagai BPD milik Jawa Barat dan Banten. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan pinjaman ke Bank BJB untuk membiayai infrastruktur daerah. “Kita punya Bank BJB yang bisa kita manfaatkan, apalagi daerah juga pemilik saham. Maka kenapa direksinya disempurnakan, karena mereka dititipi itu. Namanya juga bank pembangunan, untuk memberi fasilitas pembiayaan untuk pembangunan,” ujarnya.

 

Ridwan Kamil mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk memanfaatkan pembiayaan BJB Indah untuk membiayai pembangunan. Menurut dia, likuiditas Bank BJB cukup besar, sehingga sangat siap untuk memberikan pinjaman kepada daerah. “Ada dana triliunan di BJB, silahkan dimanfaatkan. Tinggal ada kemauan tidak untuk memanfatkan ini. Nanti silahkan diatur, apakah cicilan lima tahun atau seperti apa. Apalagi, BJB Indah ini bunganya kecil. Dari pada pinjam ke bank lain, mending ke BJB,” ungkapnya.

 

Di sela-sela acara Kopdar Yuddy Renaldi menuturkan, Bank BJB selalu berperan aktif dan mendukung pembangunan untuk Indonesia yang lebih maju dan lebih kuat dengan menawarkan produk berkualitas dengan keuntungan-keuntungan yang menarik. Di antaranya suku bunga kompetitif, jaminan clean basis dan hasil keuntungan yang kembali ke pemerintah daerah. “Tentunya hal ini adalah keuntungan yang sangat menarik bagi daerah-daerah yang bergabung dengan Bank BJB. Selain mendapat keuntungan dari segi pembiayaan infrastruktur maupun investasi bagi daerahnya tetapi juga dapat menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) di daerah itu sendiri,” katanya.

 

Lanjut Yuddy, BJB Indah ditujukan untuk mendanai kegiatan proyek-proyek infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Jawa Barat yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Jawa Barat.

 

“Penyaluran kredit infrastruktur segmen komersial dilakukan dalam bentuk kredit modal kerja yang digunakan untuk mendukung proyek-proyek daerah. Adapun beberapa proyek yang telah dilakukan yaitu di antaranya proyek Jalan Lingkar Majalaya, Proyek Lanjutan Overpass Tegal Gede, Proyek Penataan Alun-Alun Kejaksaan Kota Cirebon, Proyek PLTM Cikaengan, Pembangunan Pasar Rakyat Awipari Kota Tasikmalaya, Proyek Jaringan Irigasi (Lanjutan) Kab. Indramayu, Pembangunan Jalan Lingkar Dramaga Seksi I (STA.0+950). Dari Segmen Korporasi penyaluran kredit dilaksanakan dengan pola sindikasi maupun bilateral untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional. Proyek-proyek yang telah dilaksanakan di antaranya Peningkatan Jalan Ruas Jl. Simpangloji - Cibutun - Balewer Puncak Darma Paket 1 & 2 (Geopark Ciletuh), Pinjaman Daerah Untuk Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pinjaman Daerah untuk Pemerintah Kabupaten Kuningan, Tol CIPALI Akses Menuju Bandara Kertajati, Proyek Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek dan Proyek Tol Kanci Pejagan,” terang Yuddy. (Asep Y)

2019-09-28 12:07:39