Thu, 19 Apr 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

ARI Berencana Bangun Apartemen dan Rumah Sakit Khusus Anak

Bandung-BentarNews.com: Keinginan dan niat untuk membangun apartemen dan rumah sakit bagi anak-anak (hospital for children) sudah lama diperjuangkan oleh Asosiasi Relawan Indonesia (ARI). Dari soal mengajukan permohonan dana talangan bersifat pinjaman kepada Pemerintah Kota Bandung hingga mengajukan permohonan dana hibah (grant) ke Bank Dunia. Tapi upaya pendanaan itu belum membuahkan hasil nyata.

Pembangunan apartemen sebagai the premium home dimaksudkan untuk menyediakan tempat tinggal layak huni bagi warga miskin kota yang diberikan secara cuma-cuma, karena sumber dana untuk pembebasan lahan berikut biaya konstruksinya diperoleh dari dana-dana sumbangan.

Rumah Sakit untuk anak-anak (hospital for children) merupakan rumah sakit khusus untuk merawat anak-anak atau dengan kata lain, rumah sakit ini tidak menerima pasien usia dewasa. Tidak saja mempersiapkan dokter dan perawat ahli anak, juga di sekitar bangunan rumah sakit disediakan lahan untuk bermain agar anak-anak yang dirawat setelah mendekati kesembuhan tidak kehilangan keceriaan masa kecilnya (childhood).

Inspirasi yang melahirkan kehendak atau niat untuk membangun rumah sakit khusus untuk anak-anak. Hal ini dipengaruhi oleh kematian anak perempuan Sekjen Asosiasi Relawan Indonesia Gatot Kertabudi yang kedapatan koma secara mendadak (sudden coma) dan harus segera dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) tidak bisa dilakukan karena pihak rumah sakit meminta dana deposit lebih dulu. Sedangkan tokoh relawan ini hidup dari sodaqoh yang diperoleh dari sahabat dan kerabatnya.

Yang disesalkan, setumpuk surat-surat penghargaan yang diterimanya dari dalam dan luar negeri untuk aksi-aksi kemanusiaannya tidak dapat dipergunakan hanya untuk memperoleh tenggang waktu pembayaran. “Memang ironi,” ucap Asep Yulianto, penggiat media online.

Lahan untuk membangun apartemen dan rumah sakit untuk anak-anak diusulkan kepada Pemerintah Kota Bandung adalah lahan-lahan tidur yang sudah puluhan tahun masih terposisikan sebagai lahan sengketa. Asosiasi Relawan Indonesia berkirim surat kepada Pengadilan Negeri setempat meminta ijin agar lahan tersebut dapat dibeli, dan dananya disimpan di rekening bank pengadilan. Apabila nantinya sudah memiliki kekuatan hukum secara tetap (inkrah), yang memenangkan perkara yang berhak memiliki dana tersebut.

“Saya menyampaikan imbauan kepada setiap orang sebagai insan beragama untuk secara bersama-sama untuk mengedepankan nurani dan suara hati agar niat baik ini tidak mendapatkan halangan berarti. Dan kepada siapa saja yang memiliki rezeki lebih mau menyisihkan sebagian kecil kekayaannya agar Solidaritas bagi Warga Miskin (solidarity for the poor) dapat dilaksanakan dengan baik, berkelanjutan dan saling tergantikan,” kata Sekjen Asosiasi Relawan Indonesia Gatot Kertabudi dalam siaran persnya Sabtu (6/6).

Tokoh relawan ini diundang untuk menyampaikan pidato kemanusiaan (speech for humanity) di Kota Davos, Switzerland atas jasa baik Ketua Global Partner Amerika Serikat Mark Corner dan Leads Economist Bank Dunia Vikram Nehru.“Hidup dengan damai itu indah. Dengan kebahagiaan yang diperoleh setiap orang dengan mudah di bumi ini, menjadikan manusia tidak menuntut surga kepada Sang Pencipta setelah akhir hayat”, demikian penggalan pidato kemanusiaan yang akan disampaikan Gatot Kertabudi nanti. Harkat kemanusiaan yang dijadikan pakaian dan komitmen tokoh relawan ini, menjadikan ia senantiasa lebih memilih hidup sederhana dan bersahaja, serta kerap mengurungkan niat untuk ikut serta berada dalam ranah pemerintahan. (ay)

2015-06-13 02:38:41