Fri, 17 Aug 2018

BentarNews.comInfo terakhir seputar Jawa Barat

Breaking News

Agar Tidak Terpusat, Wilayah Bandung Timur Akan Dikembangkan

Pengembangan Wilayah Bandung Timur merupakan suatu kebijakan yang merupakan komitmen Pemerintah Kota Bandung. Pengembangan tersebut dimaksudkan untuk mengatur Tata Ruang Wilayah. Awalnya konsep pengembangan tersebut berupa monosentrik (pengembangan pusat Kota), tetapi kemudian berkembang menjadi duosentrik (pusat pengembangan barat dan timur). Konsep tersebut merupakan bagian daripada implementasi pemkot dan masyarakatnya.

Hal itu dituturkan Kepala Bappeda Kota Bandung H.Tjetje Soebrata, didampingi Kabid Fisik dan Tata Ruang Bappeda Ir.Chairul Anwar, Msi di Bandung belum lama ini.

Dikatakan Tjetje, saat ini pemkot sedang menggarap Master Plan, sebagai dasar acuan pengembangan wilayah Bandung Timur. Kemudian pemkot sudah memberikan stimulus berupa development griff sebagai arahan kegiatan pembangunan sarana dan prasana publik. Diantaranya Sarana Olah Raga (SOR), Terminal Terpadu, Kolam Retensi (tampungan limpasan air), termasuk Rumah Susun dan Hunian Elite, Mall, Restoran serta Hotel Berbintang, Sarana Ibadah, Rumah Sakit, dan lain sebagainya. Apabila aksebilitas tersebut sudah memungkinkan, maka apa yang ada dipusat pengembangan sebelumnya akan ada pula pada pengembangan Bandung Timur ini.

Bandung Timur merupakan pelimpahan/perluasan dari Kabupaten Bandung, sesuai dengan PP 16 tahun 1987, dimana Kota Bandung mendapatkan perluasan wilayah kearah timur dari Pusat Kota. Dengan luas areal 752 hektar disertai dengan kondisi Penduduk yang masih belum padat dan kurangnya fasilitas pendukung. Sedangkan dipusat kota jumlah penduduk sudah membengkak, sarana dan prasarana sudah memadai. Sehingga wilayah Kota Bandung bagian timur tersebut berpeluang untuk dikembangkan.

Lanjut Tjetje, untuk Rencana Pengembangan Stadium Olah Raga (SOR) sedang disusun detail engineering design di Kantor Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung. Dengan harapan tahun 2009 mendatang tiang pancangnya sudah terpasang. Saat ini pembebasan lahan sedang berlangsung. Dan proyek tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jabar dan Pemerintah Pusat (pempus).

Kemudian, untuk kolam retensi (tampungan limpasan air), rencana pembangunan tersebut dimaksudkan untuk mengeliminasi terjadinya Banjir pada Kawasan tersebut. Hingga kini proyek tersebut pada tahapan normalisasi saluran Cinambo, yang hasil kerja sama Pemprov Jabar dan Pempus.

Upaya untuk percepatan pengembangan wilayah tersebut, selain sarana dan prasarana publik yang tengah digarap. Juga diperlukan aksebilitas yang memadai, salah satunya dengan menggunakan alternatif jalan tol atau jalan bebas hambatan dari arah Pasteur-Cibiru. Kemudian disekitar Ujungberung belok ke arah selatan menuju Gedebage, dan tepat pada Jalan Rumah Sakit akan difasilitasi dengan Fly Over.

?Sesuai dengan arahan Development Griff, akan ada pengembangan perumahan lengkap dengan fasilitas komersialnya. Tetapi kendalanya karena lahan tersebut milik masyarakat, sehingga kami ingin mengajak mereka untuk turut mendukung program tersebut,? tutur Tjetje.

Terkait dengan rencana akan dioprasikannya Trans Metro Bandung (TMB), menurut Tjetje, TMB tersebut mengacu kepada Konsep Busline. Artinya bus yang beoperasi pada jalur khusus sehingga dari segi efektifitas waktu akan lebih cepat dan lebih murah. Sedangkan untuk tahap pertama pengoperasian, Pemerintah Kota Bandung akan mencoba menggunakan Jalan Soekarno-Hatta (kolidor 1, sepanjang Jalan Cibeurum-Cibiru ), karena memang kondisi jalan tersebut lebar. Sehingga dimungkinkan untuk Pengoprasian TMB tersebut.

Dan secara prinsip Kota Bandung memerlukan TMB (Moda Angkutan Massal), karena sangat sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dimana ada kebijakan pemerintah untuk merubah angkutan kecil kepada angkutan massal (mass rapid transport). Hanya saja kendalanya perlu sosialisasi terlebih dahulu dengan angkutan yang sudah ada, sehingga ke depan tidak akan terjadi penambahan sistem.

Kampung Budaya Asia-Afrika

Terkait dengan Kampung Budaya Asia-Afrika (KBAA), yang diselenggarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, tanggal 22-25 April lalu. Pada saat saresehan mencari kesepakatan Kampung budaya Asia-Afrika, untuk merealisasikan KBAA tersebut diperlukan lahan seluas 150 hektar. Yang akan diisi oleh miniatur 117 negara anggota Konferensi Asia-Afrika (KAA), lengkap dengan bentuk rumah, seni dan budaya, adat-istiadat, serta bahasa masing-masing negara.

Rencananya satu negara akan menempati lahan seluas satu hektar dilengkapi dengan fasilitas hotel, balai pertemuan serta stan souvenir atau cindera mata yang akan menjadi daya tarik wisatawan. ?Ada 3 wilayah yang diusulkan untuk lokasi KBAA tersebut. Diantaranya Gedebage (Kota Bandung), Kota Baru Parahyangan, (Kab. Bandung Barat) dan Maswati,? kata Tjetje.

Lanjut Tjeje, kami sangat mendukung Program Pemprov Jabar tersebut, dan sepertinya KBAA tersebut tepat jika berlokasi di Gedebage (Kota Bandung). Karena menurut historis, Konfrensi Asia-Afrika lahir di Bandung serta saksi sejarah tersebut masih bisa kita saksikan dengan menatap kokohnya Meseum Konferensi Asia-Afrika.

2008-05-22 19:53:06

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/quickhash.so: undefined symbol: qha_jenkins2

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: